Thursday, August 27, 2015


Oleh: Ixora


Mungkin, kita sudah sering mendengar mengenai  Showing Not Telling.  Tapi tentu masih banyak yang bertanya-tanya, apa itu showing dan telling dalam sebuah penulisan sebuah karya?

Showing adalah bagaimana cara kita bercerita sehingga seolah-olah pembaca ada di sana. Ikut melihat, mendengar, bahkan merasakan suasana hati  tokoh dalam cerita kita.
Telling bisa dikatakan hanya sebatas informasi. Gambaran umum yang tidak terlalu detail.

Lalu, bagaimanakah caranya agar kita bisa membuat cerita yang benar-benar menggerakkan, mengubah suasana hati, dan menyentuh emosi pembaca? Ada beberapa tips yang JO Team rangkum agar cerita yang kita buat lebih ‘showing’. Mari kita simak,

Pertama. Gunakan dialog. Ini adalah cara termudah untuk untuk menghindari ‘telling writing’. Dialog dapat membawa pembaca membayangkan adegan yang terjadi. Dialog juga dapat membuat pembaca mengenali karakter tokoh, dan emosi yang terbangun. Tapi ingat, narasi dan dialog harus proporsional penggunaannya.

Kedua. Gunakan hal-hal yang mampu ditangkap oleh panca indera. Selama ini penulis biasanya lebih terfokus pada apa yang dilihat dan didengar saja. Padahal, apa yang dirasa oleh indera tidak hanya itu. Rasa dan aroma bisa menjadi hal-hal yang membangkitkan ingatan pembaca jika bisa disampaikan dengan baik.

Ketiga. Gunakan deskripsi. Tapi hati-hati, mendeskripsikan sesuatu secara terlalu detail akan rentan berlebihan. Harus diingat bahwa dalam mendeskripsikan sesuatu, hanya yang relevan saja dan sampaikan dengan cara yang baru. Jika tidak, maka deskripsi kita akan terbaca sangat klise. Hindari juga penggunaan kata sifat yang sudah umum digunakan seperti tinggi, baik, cantik, tampan, dll karena akan sangat membosankan.

Keempat. Gunakan metafora. Metafora juga merupakan cara yang sangat baik untuk membuat cerita lebih showing. Tapi ingat, metafora yang digunakan harus sesuai, karena jika metafora yang digunakan tidak sesuai akan merusak suasana yang sudah terbangun di dalam cerita.

Kelima. Tulislah dengan spesifik. Terkadang penulis terlalu takut untuk menjabarkan sesuatu hal secara spesifik dan kadang memilih hal-hal yang umum. Istilahnya’ cari aman’ padahal, pembaca akan lebih terkesan kepada cerita yang spesifik. Itu juga dapat mengantarkan mereka agar lebih mudah menangkap pesan yang ingin disampaikan penulis.

Nah, demikian tadi tips dari JO Team mengenai  cara membuat cerita yang ‘showing not telling’. Selamat membaca dan semoga bermanfaat 


"The best of good books have purposeful slowdowns in pace from to time because 
the author knows that readers, like athletes, must catch their breath" -Sol Stein-

Sumber gambar: http://www.novelpublicity.com/wp-content/uploads/2014/11/shutterstock_94921276.jpg




Tagged: ,

0 comments:

Post a Comment