Halo, Sobat JO, Admin kembali lagi dengan rangkuman Malming Menulis. Untuk yang minggu lalu belum sempat menyimak, Sabtu kemarin, JO Team membahas tips-tips agar karya kita layak dimuat di media cetak. Kalau ada di antara Sobat JO yang karyanya sudah pernah dimuat di media, boleh loh ikutan share tips juga. :)
Nah berikut tips singkat dari kami:
1. Kenali media yang kita tuju
Jika kita ingin karya kita layak dimuat, maka kita harus memahami medan yang kita hadapi. Kan, tidak mungkin kita mengirim cerita yang tujuannya untuk dibaca oleh remaja ke majalah wanita dewasa. Atau cerita untuk anak ke majalah remaja.
Mengenali media terbit juga bisa berarti kita mempelajari contoh-contoh karya orang lain yang pernah diterbitkan di media tersebut. Dari sana kita bisa mengenali selera redaktur. Tapi ingat, jangan menggunakan tema yang sudah sering diterbitkan oleh media tersebut.
2. Pelajari teknik menulis yang baik dan buat judul yang menarik.
Mengenai seberapa pentingnya teknik menulis ini, Mimin tidak perlu membahas lagi, kan? Beberapa waktu lalu Mimin telah membahas di artikel-artikel sebelumnya. Teknik menulis wajib hukumnya.
Selain itu, judul yang menarik juga tak kalah penting untuk (lagi-lagi) memikat hati redaktur. Indonesia memiliki jumlah populasi sekitar 250 juta orang, jika 0.001%-nya saja mengirimkan naskah ke media yang sama dengan yang kita kirimkan, kita bisa bayangkan seberapa banyak naskah yang masuk ke meja redaktur setiap harinya, kan? Kita perlu membuat redaktur untuk mengenali naskah kita. Salah satu caranya adalah dengan membuat judul yang menarik dan tentu saja harus sesuai dengan isi naskah kita pula.
3. Jangan memaksa redaktur
Jika naskah kalian dianggap layak dan sesuai dengan media yang sang Redaktur asuh, pasti mereka akan menghubungi kalian. Setiap media memiliki tenggat waktu masing-masing dalam memberikan kabar apakah sebuah naskah layak terbit atau tidak, maka dari itu, alangkah baiknya jika penulis yang ingin mengirimkan naskah ke media tidak memaksa redaktur untuk memberi kabar atau menerbitkan karya kalian dengan mendikte tenggat waktu secara memaksa.
Perlu diingat, seorang redaktur tidak hanya membaca karya kalian saja, tapi ratusan karya lain setiap harinya. Jadi, sangat mudah baginya untuk membuang karya yang dianggap tidak layak hanya karena penulisnya tidak memiliki etika yang baik. Tentu saja kita ingin memiliki hubungan kerja sama dalam jangka panjang, kalau dari awal saja hubungan antara penulis dan redaktur dirasa tidak menyenangkan, bagaimana kerja sama bisa akan berlanjut ke depan? Jadi, bersikaplah yang baik dalam menyapa redaktur saat mengirimkan naskah, ya?
Jika kalian belum mendapatkan kabar melebihi tenggat waktu yang telah ditetapkan, kalian boleh menanyakan hal tersebut, secara sopan tentunya.
4. Hindari mengirimkan tulisan kembar
Dalam artian, naskah tersebut telah dimuat di media A, lalu penulis mengirimkan lagi ke media B. Ini akan menghilangkan kepercayaan redaktur yang telah terbina. Kalian bisa dianggap kehabisan ide atau bahkan mata duitan.
5. Tidak mengirimkan karya hasil plagiasi
Ya, siapa pun di sini seharusnya paham, bahwa plagiasi adalah hal yang illegal dan tidak menyenangkan untuk dialami oleh siapa pun. Apa sih memplagiat? Itu adalah mencontek total atau sebagian karya orang lain dan mengakuinya sebagai milik sendiri. Hal ini bersifat sangat fatal. Selain kalian akan di-blacklist dari media tersebut, kalian juga bisa terkena masalah hukum karena dituntut oleh pemilik karya asli.
Nah, demikian tips-tips yang JO Team dapat berikan. Ingat, etika sangat penting untuk seorang penulis jika ingin karyanya dimuat dan dibaca banyak orang, bahkan dalam bersosialisasi. Jika kalian telah telah melakukan semua hal di atas dan belum dimuat juga, mungkin kalian perlu belajar lagi. Selain tips-tips di atas, isi cerita naskah itu sendiri pun penting.
Sumber gambar:http://cdn.tmpo.co/data/2012/11/21/id_152049/152049_620.jpg





0 comments:
Post a Comment