Halo, Sobat JO! Tahu kan, ini hari apa? Yap, betul sekali.
Ini hari Kamis. Waktunya website JOPH mengeluarkan artikel kepenulisan
khusus untuk Sobat JO semua.
Nah, kali ini Mimin akan membahas pentingnya membaca buku
non fiksi sebagai penunjang kalian dalam menulis kisah fiksi. Penulis
fiksi tidak hanya harus membaca buku fiksi loh! Segala macam buku harus
dibaca.
Sebagai penulis fiksi, kita dituntut harus tahu banyak hal
agar tulisan kita tidak monoton. Itu karena apa yang kita tulis adalah
cermin dari pengetahuan kita. Semakin banyak kita tahu, semakin banyak
jenis cerita yang bisa kita tulis. Begitu pula sebaliknya.
Salah satu cara dalam mendapat pengetahuan itu adalah dengan membaca buku. Semua jenis buku. Bukan hanya fiksi saja, tapi non fiksi
juga. Pengetahuan yang kita cari bukan hanya seputar macam-macam kisah
yang ada di buku fiksi. Kita juga butuh pengetahuan semacam riset dan
yang sejenisnya dari buku non fiksi. Maka dari itu seorang penulis fiksi
pun butuh banyak membaca buku non fiksi.
Pengetahuan yang ada di buku non fiksi belum tentu ada di
buku fiksi. Buku non fiksi memiliki banyak muatan detail yang biasanya
tidak dimasukkan di dalam buku fiksi. Data-data dalam buku fiksi
terbatas, karena penulis hanya memasukkan yang diperlukan saja.
Selain itu, membaca buku non fiksi termasuk dalam bagian
riset. Selain wawancara dan bertanya langsung, membaca buku juga
merupakan riset yang cukup akurat. Biasanya data-data yang ada di buku
non fiksi merupakan hasil riset dari para ahli. Maka dari itu, membaca
buku non fiksi menjadi sangat penting bagi para penulis fiksi.
Sekian artikel ini. Semoga bermanfaat bagi Sobat JO. Sampai jumpa dan selamat menulis!
"Membaca buku adalah cara manusia untuk memperbaharui piranti lunak di dalam otak"
Sumber gambar:http://1.bp.blogspot.com/-WlgujBUI9co/Ua1nGCGd56I/





0 comments:
Post a Comment