Tuesday, September 8, 2015



Oleh:  Three Friends in Winter & Orchid

Hai Sobat JO, bagi kalian yang belum menyimak kultweet #MalmingMenulis yang diberikan oleh admin, admin merangkumnya di artikel ini.
Ketika seorang penulis menghadapi sebuah naskah miliknya, tentu saja ia harus memahami seluk beluk naskahnya. Nah, Mimin hari ini pengen share nih, biasanya pertanyaan apa saja, sih yang Mimin tanyakan pada naskah yang sedang Mimin garap.
1)    Berhubungan dengan tokoh.

Ø Siapa tokoh utama dalam cerita ini?
Ø Seperti apa dia (dari segi fisik, psikologis, dan sosial)?
Ø Masalah apa yang ia punya?
Ø Mengapa masalah itu bisa terjadi?
Ø Bagaimana penyelesaiannya?
Ø Dalam penyelesaian tersebut, siapa saja yang terlibat?
Ketika hal ini kita tanyakan, tentu saja kita akan lebih paham tentang jalan cerita dari naskah kita.

Dengan begitu, ketika kita dihadapkan dengan pertanyaan, “Apa sih cerita naskah ini? Ceritakan dalam 1 kalimat.” Kita bisa dengan mudah menceritakannya. Misal: novel ini bercerita tentang seorang remaja berusia 14 tahun yang merencanakan ingin mengakhiri hidupnya dalam 24 hari karena ingin mengakhiri penderitaan akibat bullying yang ia alami. Dalam proses tersebut, ia bertemu dengan seorang pemuda yang membuatnya mulai berubah pikiran.
Mengapa Mimin katakan seperti ini? Misal nih, kalau kita sudah menerbitkan 1 buku dan kita mau mempromosikannya ke teman-teman. Teman tersebut tentu akan bertanya, “Emang bukumu ceritanya tentang apa, sih? Tidak mungkin dong, kalau kita akan bercerita panjang lebar atau bahkan menyuruh mereka untuk membaca sinopsisnya? Yang ada malah mereka jadi tidak tertarik untuk membaca buku kita. Dengan memahami inti cerita dari buku, itu juga akan sangat membantu  ketika  kita melakukan promosi terhadap cerita.
Selain itu, banyak penerbit yang bertanya seperti itu ketika kita mengajukan naskah. Inti ceritanya apa? Ceritakan dengan singkat, dong. Nah, kalau kita tidak siap dengan pertanyaan tersebut, pasti akan bingung bagaimana merangkum naskah yang tebal tersebut ke dalam beberapa kalimat. Alhasil, penjelasan tentang buku itu akan jadi kemana-mana dan berakhir dengan tidak menjelaskan apa pun.  Jika penulis saja tidak paham dengan inti ceritanya bagaimana pembaca bisa paham?
Pahami siapa tokoh utama dalam ceritamu dan apa permasalahannya. Itu akan sangat  membantu  kita dalam memahami naskah.

2)    Apa sih yang unik dari naskahmu?
Seperti yang JO Team pernah sebutkan dalam Malming Menulis minggu lalu. Setiap hari ada banyak naskah yang harus dibaca oleh redaktur. Tentu saja untuk dapat bersaing dengan banyaknya naskah yang masuk, naskah kalian harus memiliki keunikan yang membuatnya menonjol dibanding lainnya. Bukan hanya di meja redaktur saja. Kalian pasti sering main ke toko buku, kan? Pada bagian rak fiksi, kalian tentu saja bisa melihat banyak sekali buku yang berjejer di sana. Tentu saja, sampul buku juga berperan dalam menarik seseorang untuk memperhatikan sebuah buku. Tapi, jika sinopsis yang kalian tawarkan tidak menunjukkan keunikan yang menarik minat, buku tersebut pasti akan kembali pada rak buku tanpa dibeli.
.
3)    Apa nilai yang ingin kalian sampaikan?
Cerita dan pesan merupakan hal yang tak terpisahkan dalam fiksi. Pernah tidak kalian membaca sebuah prosa baik cerpen ataupun novel yang membuat kalian bertanya-tanya mau bicara apa sih penulisnya? Bagaimana perasaan kalian ketika membaca cerita tersebut? Kesal nggak, sih? Menghabiskan waktu sekian lama tapi tidak mendapat apa-apa? Kalau Mimin, sih paling kesal seperti itu. Baca buku selama 3-4 jam lebih, eh tahu-tahunya, cerita berakhir tanpa nilai yang bisa Mimin dapatkan. Nilai yang ingin dibagikan bisa saja beragam. Ada yg filosofis seperti Five People You Meet in Heaven dan ada yang fun seperti Dilan.
Pada intinya, ketika kita menulis sesuatu, kita harus tahu apa sih nilai yang ingin kita bagikan? Tentu saja, cara menyampaikan nilai tersebut juga penting. Jangan sampai terkesan kita menggurui pembaca.

4)    Siapa target pembaca cerita ini?
Tentu saja ini adalah salah satu hal yang perlu penulis perhatikan. Bagaimana klasifikasi dari pembaca naskah kalian? Berapa rentang usia pembaca? Tidak mungkin kita memakai diksi-diksi yang sulit atau tidak pantas pada naskah remaja. Hal ini juga berhubungan dengan menyesuaikan gaya bahasa dan isi cerita dengan calon pembaca.


Nah, sekian #MalmingMenulis dari JO Team dan semoga bermanfaat yaaa...

Sumber gambar:https://absurd95.files.wordpress.com/2013/04/tanda-tanya3.png

Tagged: ,

0 comments:

Post a Comment