Oleh: Orchid dan Ixora
Malming Menulis
kemarin, JO Team membahas tentang cara membangun setting/latar. Kadang,
ada penulis yang bingung bagaimana cara memperkuat dekskripsi latar dalam
tulisannya. Nah, kali ini JO Team akan memberikan tips untuk memperkuat
dekskripsi latar dalam tulisan agar pembaca bisa dengan jelas membayangkan
latar dalam tulisan yang kalian buat.
Umumnya, penulis memilih setting cerita di tempat yang pernah dikunjunginya.
Hal ini dengan tujuan agar bisa lebih mudah mendekskripsikan mengenai tempat
tersebut karena ketika kalian sudah pernah ke suatu tempat, pasti kalian tahu
persis, bagaimana suasana di tempat tersebut.
Eits, bukan
berarti tidak boleh untuk menulis cerita dengan setting tempat yang belum
pernah kalian kunjungi. Tentu boleh. Tapi ada hal-hal yang terlebih dahulu
harus kalian lakukan yaitu riset. Riset itu bisa dalam bentuk pertanyaan
terhadap orang-orang yang pernah ke sana, membaca buku travel guide, mencari
foto-foto tempat tersebut, dan masih banyak lagi. Oiya, saat melakukan riset
dalam bentuk foto, jangan hanya melihat foto yang diambil dari satu sudut saja.
Kalian juga harus mencari-cari foto yang diambil dari sudut yang lain agar
kalian mempunyai imajinasi lebih mengenai tempat tersebut.
Lalu, apa saja sih, yang harus dideskripsikan agar
pembaca bisa lebih jelas membayangkan setting yang kalian tulis dan tulisan
kalian terasa lebih ‘hidup’? Yang harus didekskripsikan adalah suasana tempat
itu. Apakah ramai, sepi, atau lainnya. Selanjutnya, bagaimana keadaan tempat itu.
Di mana letaknya, benda apa saja yang berada di sana, dan apa yang bisa kalian rasakan ketika berada di sana.
Misal, nih ya,
kalian mengambil setting di kedai kopi. Nah, pasti kalian akan menghirup bau
kopi, bukan? Selipkan itu dalam dekskripsi! Contoh lagi, misalnya kalian
mengambil setting di tengah kota. Bayangkan apa yang kalian rasakan ketika berada di sana. Apakah merasa sejuk? Atau malah terbatuk-batuk karena
menghirup udara yang penuh dengan polusi? Libatkan seluruh panca indera. Jadi, apa
yang bisa dilihat, dicium, diraba, didengar, dan dirasakan, harus bisa kalian
deskripsikan. Jangan lupa juga untuk mendekskripsikan apa yang dilakukan oleh
orang-orang yang berada di tempat itu. Jika kalian mengambil setting di kebun
binatang, tentu saja, orang-orang yang berada di sana sibuk memperhatikan dan memotret
hewan-hewan yang ada di kebun binatang, kan?
Terakhir, tidak
lupa kalian juga harus mendekskripsikan tentang tokoh kalian. Alasan mengapa tokoh
kalian berada di tempat itu? Kenapa harus ke tempat itu, kenapa tidak ke tempat
lain, dan masih banyak lagi.
Nah, sekian tips
dari JO Tema. Semoga bermanfaat.





0 comments:
Post a Comment