Monday, September 21, 2015

Oleh: Orchid dan Ixora

Malming Menulis kemarin, JO Team membahas tentang cara membangun setting/latar. Kadang, ada penulis yang bingung bagaimana cara memperkuat dekskripsi latar dalam tulisannya. Nah, kali ini JO Team akan memberikan tips untuk memperkuat dekskripsi latar dalam tulisan agar pembaca bisa dengan jelas membayangkan latar dalam tulisan yang kalian buat.

Umumnya, penulis memilih setting cerita di tempat yang pernah dikunjunginya. Hal ini dengan tujuan agar bisa lebih mudah mendekskripsikan mengenai tempat tersebut karena ketika kalian sudah pernah ke suatu tempat, pasti kalian tahu persis, bagaimana suasana di tempat tersebut.

Eits, bukan berarti tidak boleh untuk menulis cerita dengan setting tempat yang belum pernah kalian kunjungi. Tentu boleh. Tapi ada hal-hal yang terlebih dahulu harus kalian lakukan yaitu riset. Riset itu bisa dalam bentuk pertanyaan terhadap orang-orang yang pernah ke sana, membaca buku travel guide, mencari foto-foto tempat tersebut, dan masih banyak lagi. Oiya, saat melakukan riset dalam bentuk foto, jangan hanya melihat foto yang diambil dari satu sudut saja. Kalian juga harus mencari-cari foto yang diambil dari sudut yang lain agar kalian mempunyai imajinasi lebih mengenai tempat tersebut.

Lalu,  apa saja sih, yang harus dideskripsikan agar pembaca bisa lebih jelas membayangkan setting yang kalian tulis dan tulisan kalian terasa lebih ‘hidup’? Yang harus didekskripsikan adalah suasana tempat itu. Apakah ramai, sepi, atau lainnya. Selanjutnya, bagaimana keadaan tempat itu. Di mana letaknya, benda apa saja yang berada di sana, dan apa yang bisa kalian rasakan ketika berada di sana.

Misal, nih ya, kalian mengambil setting di kedai kopi. Nah, pasti kalian akan menghirup bau kopi, bukan? Selipkan itu dalam dekskripsi! Contoh lagi, misalnya kalian mengambil setting di tengah kota. Bayangkan apa yang kalian rasakan ketika berada di sana. Apakah merasa sejuk? Atau malah terbatuk-batuk karena menghirup udara yang penuh dengan polusi? Libatkan seluruh panca indera. Jadi, apa yang bisa dilihat, dicium, diraba, didengar, dan dirasakan, harus bisa kalian deskripsikan. Jangan lupa juga untuk mendekskripsikan apa yang dilakukan oleh orang-orang yang berada di tempat itu. Jika kalian mengambil setting di kebun binatang, tentu saja, orang-orang yang berada di sana sibuk memperhatikan dan memotret hewan-hewan yang ada di kebun binatang, kan?

Terakhir, tidak lupa kalian juga harus mendekskripsikan tentang tokoh kalian. Alasan mengapa tokoh kalian berada di tempat itu? Kenapa harus ke tempat itu, kenapa tidak ke tempat lain, dan masih banyak lagi.

Nah, sekian tips dari JO Tema. Semoga bermanfaat. 

Sumber gambar: http://www.britblaise.com/wp-content/uploads/2013/03/Depositphotos_19987753_original.jpg

Tagged: ,

0 comments:

Post a Comment