Thursday, August 13, 2015


Oleh: Coconut

Pernahkah kita membaca sebuah buku bagus yang nama penulisnya baru kita dengar, lalu dalam hitungan detik kita sudah stalking akun-akun media sosialnya?

Nowadays, people tend to enjoy watching celebrity’s life, kata seorang pengamat internet. 

Kita cenderung suka menonton kehidupan orang lain. Apalagi jika orang tersebut karyanya memancing rasa penasaran. Bagaimana ia menciptakan karya seperti itu? Bagaimana kehidupannya? Bagaimana gaya menulisnya ketika menceritakan peristiwa sehari-hari? Bagaimana cara pandangnya?

Dalam hal ini, memiliki blog tampaknya merupakan suatu hal yang positif bagi seorang penulis. Di sanalah tempat ia bisa lebih dekat dengan pembacanya, menunjukkan citra diri dan pandangan-pandangannya. Namun, di sisi lain, ada pula pendapat kontra terhadap penulis yang memiliki blog. Yuk, kita simak pro dan kontra blog bagi penulis!

PRO
1.     Awal karya
Siapa tak kenal Raditya Dika? Buku pertamanya, Kambing Jantan, yang penjualannya fenomenal serta merupakan pelopor tulisan personal literature yang kocak, mengawali tulisannya tersebut dari blog. Di sini, memiliki blog adalah awal untuk merekam ide, menuangkannya dalam tulisan secara rutin, hingga ketika cukup banyak bisa kita susun menjadi sebuah cerita yang siap diajukan ke penerbit. Walau tentu, butuh pengolahan kembali untuk menyiapkan sebuah cerita yang layak terbit. Namun, bukan tak mungkin, bila muatan yang kita tulis bagus dan blog kita banyak dikunjungi, bisa jadi ada penerbit yang nyasar ke blog kita dan tertarik untuk menawarkan kontrak.

2.     Mengisi jeda
Sudah menulis satu buku, tapi belum tahu kapan buku berikutnya terbit? Padahal pembaca buku kita sudah banyak yang kirim email dan menyatakan kangen dengan tulisan kita. Nah, lho. Di sinilah kita bisa menjembatani jeda tersebut dengan tulisan-tulisan di blog. Sehingga pembaca tidak ‘lupa’, bahkan mungkin semakin menunggu-nunggu terbitnya buku kita selanjutnya.

3.     Sarana pemasaran
Blog bisa menjadi sarana pemasaran bagi penulis. Bukan berarti setiap tulisan di blog kita harus berisi promosi. Namun, dari tulisan-tulisan yang kita tampilkan, orang bisa tertarik untuk membaca novel atau buku-buku kita.

KONTRA
1.     Distraksi
Beberapa pendapat yang kontra beralasan bahwa menulis blog dapat menjadi distraksi (pengalih perhatian) dari tugas penulis sebenarnya. Harusnya sudah bisa dapat sepuluh bab novel, namun karena sibuk curhat di blog, akhirnya kemajuan menulisnya malah tersendat. Sama halnya dengan twitter atau facebook. Sering kali, kita terlalu sibuk mengumbar isi hati, tanpa mengolahnya dulu menjadi karya yang berarti.

2.     Menghisap energi kreatif
Beberapa penulis berpendapat menulis blog memiliki seni dan aturannya sendiri. Menurut mereka, menulis blog bukanlah spektrum yang lebih rendah daripada menulis novel/buku. Akan tetapi, blog adalah jenis tulisan yang berdiri sendiri. Tak sekadar mementingkan muatan tulisan, namun juga media yang digunakan, widgetkey word, kategorisasi, dan sebagainya. Beberapa penulis yang serius nge-blog, menganggap bahwa blog adalah sebuah entitas sendiri, dan bila kita terlalu memfokuskan perhatian padanya, kadang energi kita habis di sana.

Pada akhirnya, keputusan tetap berada di tangan penulis. Apakah blog akan membuatnya lebih produktif, ataukah malah membuat waktunya terbuang? Bagi sobat JO yang belum pernah memiliki blog dan ingin mencobanya, berikut ini kami berikan link tutorial dalam bahasa Indonesia.
Tutorial membuat blog menggunakan platform blogger dalam Bahasa Indonesia:





Sumber gambar: http://www.dexign.net/wp-content/uploads/2015/02/blogger4.jpg












Tagged: ,

0 comments:

Post a Comment