Monday, August 24, 2015


Oleh: Orchid dan Ixora

Etika adalah tata krama. Nah, kalau etika penulis adalah tata krama yang wajib dijunjung tinggi oleh para penulis. Jadi penulis juga punya tata krama, loh. Apa aja sih, etika penulis? Yuk, kita bahas satu-satu.

Yang pertama adalah taat tata bahasa. Seorang penulis yang baik harus menjunjung tata bahasa. Jadi tulisan-tulisannya harus disusun dengan ketaatan pada tata bahasa. Tulisan tidak boleh disusun sekadarnya dan tidak boleh melenceng jauh dari tata bahasa. Agar bisa menjadi penulis yang taat pada tata bahasa, maka kemampuan teknis kita dalam menulis pun harus ditingkatkan.

Yang kedua adalah suka dikritik. Ini adalah hal yang sering diabaikan oleh beberapa penulis. Banyak penulis yang marah ketika tulisannya dikritik. Kadang, ada juga yang sampai mencela orang yang mengkritik tulisannya. Menjadi seorang penulis harus siap dikritik. Dengan mendapat banyak kritikan, maka semakin banyak masukan untuk memperbaiki tulisan kita. Ini berarti bahwa ada orang yang peduli pada tulisan kita. Tentu tidak semua kritik harus kita tanggapi. Ada kritik yang memang membangun, tapi ada juga kritik yang menjatuhkan. Bijaklah dalam memilah keduanya dan terimalah kritik yang membangun dengan lapang dada.

Yang ketiga adalah gemar membaca. Ini klise tapi penting dan mimin tidak akan berhenti untuk terus mengingatkan. Seorang penulis yang baik harus gemar membaca. Karena dengan membaca, kita bisa menambah ilmu untuk memperbaiki kualitas tulisan kita.

Yang keempat adalah anti plagiat. Iya, plagiat. Seorang penulis tidak boleh melakukan itu. Jika seorang penulis melakukan plagiat, itu artinya sang penulis tidak kreatif, dan tidak bisa menghargai karya orang lain. Selain itu, hal ini juga dilarang oleh undang-undang. Jadi, jangan sampai kalian melakukan itu ya!

Yang kelima tulisan kita tidak boleh mengandung SARA. Tentu saja tulisan yang mengandung SARA akan menyinggung perasaan orang lain. Bagaimana jika pembaca merasa tersinggung terhadap tulisan kita yang mengandung SARA? Tentu sang pembaca akan malas membaca tulisan kita lagi.

Yang keenam sekaligus yang terakhir, penulis tidak boleh mengirimkan tulisan yang sama kepada media yang lain. Kecuali telah mempunyai kesepakatan dengan pihak yang terkait.


Nah, demikian tadi etika yang harus dipegang oleh seorang penulis. Ingatlah, Great people have great values and great ethics (Jeffrey Gitomer)




Sumber gambar: http://www.anneahira.com/images_wp/etika-bisnis.jpg

Tagged:

0 comments:

Post a Comment