Friday, September 18, 2015


Oleh: Three Friends in Winter

Mengapa kalian ingin menjadi penulis?  Mengapa menulis fiksi?

Kalian ingin menjadi seperti Dee Lestari, Andrea Hirata, atau Raditya Dika yang terkenal karena novel mereka Best Seller? Dengan berhasil menerbitkan buku, kalian belum tentu akan langsung terkenal dan kaya raya. Bahkan banyak loh penulis yang kere. Perjalanan kalian masih panjang.

Jadi penulis itu tidak mudah. Banyak yang harus dilakukan; membaca ribuan buku, rutin berlatih menulis, memahami EYD, dll. Menjadi penulis juga berarti harus memiliki pengetahuan lebih daripada orang kebanyakan, mendedikasikan sebagian besar waktumu untuk menulis atau memikirkan tulisanmu, duduk di depan komputer selama berjam-jam, bahkan melewatkan kesempatan untuk hang-out dengan teman-teman atau menjelajahi media sosial hanya untuk memandangi lembaran kosong di depan mata. Kadang, sudah berusaha mengeluarkan uneg-uneg yang mengganggu pikiran tapi beberapa jam berlalu dan lembaran itu masih saja kosong. Ohemji! Belum lagi kalau naskah sudah selesai, kita masih harus membaca ulang dan menyuntingnya. Berapa banyak waktu yang harus terbuang hanya untuk menjadi penulis? Arghh Pusing! Σ(♡@﹏ @☆)ノ”

Jadi mengapa kalian masih ingin menjadi penulis? 

Dengan membaca paragraf-paragraf awal dari Mimin, kalian sudah merasa sangat berat dan ingin berhenti? Kalau begitu, kalian harus mempertimbangkan kembali keinginan menjadi penulis. 

Menjadi penulis itu gampang-gampang sulit, sulit-sulit gampang. Kalimat Mimin ribet, ya? Hehehe. Tapi itu memang benar, menjadi penulis itu seperti halnya mimpi menjalani profesi lain, semua membutuhkan ketekunan untuk terus menjalaninya dan butuh pengorbanan yang tidak sedikit. Dibutuhkan hati yang benar-benar menyukai hal ini untuk dapat terus berjalan dan tidak berhenti. Tidak ada sesuatu yang instan. Hanya yang terus menulis yang bisa dikatakan sebagai penulis. 

Pilihlah motivasi yang positif

Jika alasan utama kalian ingin menjadi penulis adalah menjadi terkenal dan kaya raya, itu tidak sepenuhnya salah. Sah-sah saja. Akan tetapi, jangan jadikan itu alasan satu-satunya, karena itu tidak akan membawa kalian berjalan jauh. Mengapa? Karena jika suatu hari kalian merasa bahwa hal yang kalian lakukan ini tidak membawa keuntungan material, kalian akan mulai meninggalkannya perlahan-lahan.

Memiliki motivasi yang positif sangat penting, karena itulah yang akan terus membawamu berjalan ketika menulis terasa berat, misal ketika kalian terhenti di sebuah adegan yang sulit untuk diuraikan dan tidak dapat menemukan jalan keluar.

Bagaimana kalian mengetahui kalau motivasi kalian positif? Tanyakan hal ini pada diri kalian: 

Apakah kamu masih akan terus menulis meskipun kamu tahu tak akan melihat hasil yang memuaskan atas usahamu?

Jika jawabannya adalah "iya," itu berarti kalian benar-benar suka menulis dan hal itulah yang akan terus memotivasi ketika kalian terjebak dalam situasi yang sulit. 



Mengapa kita menulis fiksi?
Untuk berada di suatu tempat lainnya.
Untuk membebaskan diri.
Untuk berhenti menjadi apa pun atau di mana pun. 

Untuk menghilang - Fan girl (Rainbow Rowell)


sumber foto: http://inspireportal.com/so-you-want-to-be-a-writer-charles-bukowski-poetry/

Tagged: ,

5 comments:

  1. Kalau menurutku menulis itu membuatmu benar-benar ada dalam sejarah apalagi berhasil membuat sebuah karya yang dapat mengubah kehidupan seseorang.

    Penulis-penulis yang paling hebat, karyanya bisa bertahan hingga ratusan dan ribuan tahun dan masih dicari-cari banyak orang.

    Membaca karya-karya tersebut munculah keinginan untuk mampu menghasilkan yang sama, tentunya bukan perkara mudah tetapi selama bisa menikmati prosesnya, pasti bahagia menjalaninya.

    Seperti yang dibilang di atas bahwa seorang penulis harus mengetahui banyak hal, bukankah itu menyenangkan? :)

    ReplyDelete
  2. klo gw sih nulis itu lebih ke meluangkan waktu. daripada waktu gw kebuang gitu aja mending gw nulis. seburuk apapun tulisan gw, gw ga perduli. sedidaknya gw bisa menhasilkan sesuatu dan gw sangat menikmati prosesnya

    ReplyDelete
  3. Karena saya cinta menulis.
    Menulis itu indah, menulis itu menyenangkan, menulis itu kebahagiaan, menulis itu bagian dari hidup saya.
    bagi saya Menulis itu adalah proses dimana hati dan pikiran menyatu yang akan di tuangkan di dalam sebuah lembaran. menulis itu bisa memainkan imajinasi kita.

    "jika tidak dapat menjadi yang terbaik setidaknya bisa menjadi yang terindah" Indy_Nurliza

    ReplyDelete
  4. menulis itu, menjadi hidup. menulis itu, saya.

    ReplyDelete
  5. Menulis itu hobi saya sejak kecil, saya suka menulis, bakat saya ada dibidang tulis menulis, dan saya cinta menulis.

    ReplyDelete