Oleh: Ixora
Mungkin, kita sudah sering
mendengar mengenai Showing Not Telling. Tapi tentu masih banyak yang bertanya-tanya, apa itu showing dan telling dalam sebuah penulisan sebuah karya?
Showing adalah bagaimana cara
kita bercerita sehingga seolah-olah pembaca ada di sana. Ikut melihat,
mendengar, bahkan merasakan suasana hati
tokoh dalam cerita kita.
Telling bisa dikatakan hanya
sebatas informasi. Gambaran umum yang tidak terlalu detail.
Lalu, bagaimanakah caranya
agar kita bisa membuat cerita yang benar-benar menggerakkan, mengubah suasana
hati, dan menyentuh emosi pembaca? Ada beberapa tips yang JO Team
rangkum agar cerita yang kita buat lebih ‘showing’. Mari kita simak,
Pertama. Gunakan dialog. Ini
adalah cara termudah untuk untuk menghindari ‘telling writing’. Dialog dapat
membawa pembaca membayangkan adegan yang terjadi. Dialog juga dapat membuat
pembaca mengenali karakter tokoh, dan emosi yang terbangun. Tapi ingat, narasi
dan dialog harus proporsional penggunaannya.
Kedua. Gunakan hal-hal yang
mampu ditangkap oleh panca indera. Selama ini penulis biasanya lebih terfokus
pada apa yang dilihat dan didengar saja. Padahal, apa yang dirasa oleh indera
tidak hanya itu. Rasa dan aroma bisa menjadi hal-hal yang membangkitkan ingatan
pembaca jika bisa disampaikan dengan baik.
Ketiga. Gunakan deskripsi. Tapi hati-hati, mendeskripsikan sesuatu secara terlalu detail akan rentan berlebihan. Harus
diingat bahwa dalam mendeskripsikan sesuatu, hanya yang relevan saja dan sampaikan
dengan cara yang baru. Jika tidak, maka deskripsi kita akan terbaca sangat
klise. Hindari juga penggunaan kata sifat yang sudah umum digunakan seperti
tinggi, baik, cantik, tampan, dll karena akan sangat membosankan.
Keempat. Gunakan metafora.
Metafora juga merupakan cara yang sangat baik untuk membuat cerita lebih showing. Tapi ingat, metafora yang digunakan harus sesuai, karena jika metafora
yang digunakan tidak sesuai akan merusak suasana yang sudah terbangun di dalam
cerita.
Kelima. Tulislah dengan
spesifik. Terkadang penulis terlalu takut untuk menjabarkan sesuatu hal secara
spesifik dan kadang memilih hal-hal yang umum. Istilahnya’ cari aman’ padahal,
pembaca akan lebih terkesan kepada cerita yang spesifik. Itu juga dapat
mengantarkan mereka agar lebih mudah menangkap pesan yang ingin disampaikan
penulis.
Nah, demikian tadi tips dari
JO Team mengenai cara membuat cerita
yang ‘showing not telling’. Selamat membaca dan semoga bermanfaat
"The best of good books have purposeful slowdowns in pace from to time because
the author knows that readers, like athletes, must catch their breath" -Sol Stein-
Sumber gambar: http://www.novelpublicity.com/wp-content/uploads/2014/11/shutterstock_94921276.jpg










