Monday, July 27, 2015




Oleh : Orchid dan Ixora

Hai Sobat Jo, untuk kalian yang malam minggu kemarin tidak sempat menyimak #MalmingMenulis di akun twitter @JOPHouse karena sibuk ngapel atau sibuk ngepel #eh, maka JO Team yang baik hati merangkum semuanya dalam artikel ini untuk kalian.

#MalmingMenulis kali ini sebagai bukti cinta JO Team untuk kalian yang dalam beberapa hari ini sibuk nanya mengenai penggunaan huruf awal kapital pada kata ibu, bapak, paman, saudara, dll. Lagi-lagi karena JO Team baik hati, kita tidak hanya akan membahas itu saja, melainkan sekalian aja, deh kita bahas soal ‘Penggunaan Huruf Kapital,’ siapa tahu banyak yang sudah lupa.

Merujuk dari EYD, di bawah ini adalah beberapa aturan tentang penggunaan huruf kapital, yaitu dipakai untuk:
1. Huruf pertama pada awal kalimat. Udah pada paham, kan? Jadi mulai sekarang, kalau sms minta pulsa jangan pakai huruf kapital semua lagi, ya? Kecuali kalau caps lock-nya jebol.

2. Huruf pertama dalam kata dan ungkapan yg berhubungan dengan agama, kitab suci, dan Tuhan (termasuk kata ganti Tuhan). Contohnya : Islam, Injil, Yang Maha Pengasih, ..., hamba-Nya, dll.

3. Huruf pertama dalam petikan langsung. Misalnya: Dian bertanya, "Di mana kamu tinggal?”

4. Huruf pertama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan  yang diikuti nama orang. Ingat, hanya jika diikuti nama orang. Jadi, jangan lagi menulis haji di tengah-tengah kalimat dengan huruf awal besar, ya kalau tidak diikuti namanya.

5. Huruf pertama unsur jabatan yang diikuti nama orang, instansi, atau tempat tertentu yang digunakan sebagai pengganti nama orang tertentu. Contoh: Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian.

6. Huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, bahasa, dan nama orang. Khusus nama orang, huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama pada kata de, van, der, von, da, bin, dan binti. Khusus nama bangsa, suku, dan bahasa, huruf kapital tidak digunakan sebagai huruf pertama kata turunan. Contoh: pengindonesiaan kata asing.

7. Huruf pertama unsur-unsur nama diri geografi yang diikuti nama diri geografi. Ingat lagi, harus diikuti nama diri geografi tersebut. Contoh: Sungai Musi. Tapi, huruf kapital tidak digunakan jika nama diri geografi tersebut digunakan untuk penjelas nama jenis, seperti: nangka belanda.

8. Huruf pertama nama tempat, tahun, bulan, hari, dan hari raya.

9. Huruf pertama semua unsur nama resmi negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dan termasuk nama dokumen resmi kecuali kata dan, oleh, atau, dan untuk. Misalnya: Badan Kesejahteraan Ibu dan Anak.

10.Huruf pertama semua kata di dalam sebuah judul, kecuali huruf pertama pada kata tugas (di, ke, dan, dari, yang, untuk) yang berada pada pertengahan kalimat. Jadi, jika kata tugas itu berada di awal kalimat,  menggunakan huruf kapital. Contoh: Saya sedang membaca buku Prajurit yang Terakhir.

11. Huruf pertama pada singkatan nama pangkat dan gelar. Misalnya: S.H, S.E, S.Pd.

12. Huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan (ibu, bapak, saudara, adik, kakak, dan paman) yg digunakan dalam penyapaan atau pengacuan. 
Misal: 
Besok Bapak akan pulang.
"Kapan Ibu pergi?" tanya Ani.
Ibu bertanya, "Sedang apa, Dik?"
Jika bukan pengacuan atau sapaan, tidak perlu menggunakan huruf kapital. Misalnya: Semua kakak saya laki-laki.

13. Huruf pertama kata Anda yang digunakan dalam penyapaan. Misal: Apakah Anda percaya? Siapa nama Anda?


Yup, sekian dulu pembahasan mengenai Penggunaan Huruf Kapital. Semoga bermanfaat :)



Sumber gambar:http://upic.me/i/7k/alphabetstampupper-2.jpg

Tagged: ,

1 comment: