Oleh: Three Friends in Winter
Anda mungkin menunda, namun waktu tidak. - Benjamin Franklin
"Kerjaanku banyak. Seharian di kantor (kampus/sekolah) aku masih harus melakukan ini itu, belum kalau di rumah. Ga punya waktu nulis. T_T"
Tidak asing dengan alasan ini? Sobat JO, mimin yakin deh, pasti di antara kalian setidaknya pernah mengatakan hal yang serupa dengan kalimat di atas. Padahal dalam satu hari kita memiliki waktu 24 jam, namun untuk sebagian orang jumlah tersebut seringkali dirasa tidak cukup, sedangkan sebagian lainnya bisa menyelesaikan begitu banyak hal.
Sering heran gak sih dengan penulis yang bisa menghasilkan begitu banyak
karya, sedangkan kalian satu naskah novel pun nggak selesai-selesai? Hehehe. Kuncinya sebenarnya hanya satu 'Manajemen Waktu'.
Modal yang kita miliki untuk mulai menulis sebenarnya sama kok dengan
penulis-penulis beken seperti Dee Lestari, Andrea Hirata,
dan lainnya. Kita memiliki jumlah waktu yang sama yaitu 24 jam dalam sehari,
30 hari dalam sebulan, 365 hari dalam setahun. Sisanya tergantung
bagaimana ketekunan dan disiplin diri kita untuk mengatur dan
memanfaatkannya.
Yup, Sobat JO bagaimana kita mengatur waktu kita untuk mengerjakan hal-hal tersebut adalah modal agar kita bisa tetap berkarya. Bagaimana caranya?
Nah, berikut JO Team merangkum 7 tips untuk sobat JO agar dapat mengatur waktu untuk menulis:
1. Rencanakan durasi untuk bekerja dengan sungguh-sungguh.
Luangkan sebagian waktu kita untuk menulis setiap hari sekitar 1-2 jam. Atau jika benar-benar sibuk, 15 menit juga boleh. Yang penting, wajib rutin menulis. Tentu saja, dalam jangka waktu yang kita sendiri sudah tentukan, usahakan FOKUS! Jangan memikirkan hal lain selain menulis.
2. Bekerja lebih ketika berada di momen yang tepat.
Jika ada saat-saat ketika kita merasa sulit sekali untuk menuliskan sesuatu karena tidak ada ide yang muncul, tentu juga ada ada saat-saat di mana kita merasa sangat terinspirasi hingga banyak ide yang berdesakan ingin segera dikeluarkan. Nah, di saat seperti itu, segera tuliskan sebanyak-banyaknya melebihi target yang telah ditetapkan. Lakukan, dan jangan menundanya, karena mungkin saja momen itu tidak akan segera kembali.
Oh ya, meskipun ada saatnya kita sedang tidak tahu harus menuliskan apa, tetap menulis ya! Tulisan-tulisan ringan dan singkat saja sudah cukup, setidaknya lakukan itu selama durasi yang telah kita sendiri tentukan sejak awal.
3. Hargai waktu dan buatlah waktu itu berharga.
Ibaratkan waktu sebagai lembaran-lembaran naskah yang akan menjadi sebuah karya sehingga kita menghargainya dan akan memanfaatkan sebaik-baiknya serta tidak akan menyepelekan waktu yang kita miliki.
"Ah, besok aja deh baru mulai nulisnya."
"Besok masih ada waktu."
"Besok, kalau lagi senggang."
"Aku mau nulis tapi..."
Mau nunggu besok lagi? Kapan mulainya??? \\٩(๑`ȏ´๑)۶// *Mimin mulai emosi #eh enggak kok. Mimin selow.*
Bagaimana kita memandang karya yang ingin kita hasilkan dan banggakan tersebut berharga atau tidak, kita sendiri yang akan menentukan. :)Sebelum kamu menangani sesuatu, kamu harus memahami seberapa berharganya hal tersebut untukmu dan bagaimana pengaruh pengaturan yang buruk terhadap hal itu dapat mempengaruhi kinerjamu.(Dikutip dari Startupist)
4. Berhenti melakukan beberapa hal secara bersamaan
Yup, Sobat JO. Mungkin selama ini kita berpikir kalau melakukan beberapa hal bersamaan, akan mempersingkat waktu, misalnya menulis sambil membuka media sosial. Tapi, ternyata hal ini justru akan membuat waktu yang terpakai lebih lama.
Sebaiknya, fokuskan dahulu pikiran kita pada saat menulis. Setelah selesai, baru kita melakukan kegiatan yang lain. Ketika kita fokus dalam menulis, yakinlah, tulisan yang kita hasilkan akan lebih baik dan bermakna.
5. Jadikan menulis sebagai sebuah rutinitas
Seperti tips yang pernah JO Team bagikan di artikel Just Write It! Latihan
itu harus dilakukan setiap hari agar kemampuan menulis kita semakin
matang. Sering latihan membuat kita bisa menulis dengan terampil meski
waktu yang tersedia sangat singkat. Saat menulis telah menjadi bagian dari rutinitas kita, maka sehari saja kita tidak melakukannya, akan terasa ada yang kurang.
6. Buat batas waktu
Mimin tahu. Ada beberapa dari kalian yang disebut sebagai manusia-manusia deadline. Hehehe... Dalam artian, kalau belum mepet waktu untuk mengumpulkan sebuah tugas, biasanya masih malas untuk mengerjakannya. Bahkan, kalau mau ujian saja, belajarnya baru dikebut semalaman. Ya kan? (`▽´)
Deadline tidak selalu buruk kok. Terkadang justru di saat-saat waktu sudah mepet, kita bisa mengeluarkan seluruh kemampuan yang ada. Oleh karena itu, buatlah batas waktu untuk menyelesaikan sebuah tulisan. Susun target yang ingin dicapai dalam batas waktu tertentu. Dan tentu saja, patuhi batas waktu tersebut.
7. Mulai dari hal yang ringan
Untuk kalian yang baru saja memulai untuk belajar menulis mau pun yang sudah melanglang buana di dunia kepenulisan, apa yang sering kalian khawatirkan setiap kali akan mulai menulis naskah baru?
Apa premisnya?
Bagaimana alurnya?
Bagaimana karakternya?
Ada nggak, ya yang suka cerita seperti ini?
Ada nggak, ya yang suka cerita seperti ini?
atau untuk yang baru pertama kali mencoba nulis.
Nggak ngerti teknik nulis yang okay.
Gimana sih cara nulis yang bagus?
dan lain-lain
Tidak perlu mimin sebutkan satu persatu kan? Mimin tahu kalian semua pasti memiliki kekhawatiran yang berbeda-beda.
Saran untuk para penulis pemula:
1. Jangan memulai sebuah naskah dengan kekhawatiran akan bagus tidaknya naskahmu. Semua draft pertama bisa dipastikan kacau. Bahkan penulis sehandal JK.Rowling juga memiliki draft pertama yang buruk.
2. Tulislah terlebih dahulu sebuah cerita sampai selesai, setelah itu baru rapikan semua hal yang kita anggap salah atau tidak sesuai dengan teknik kepenulisan. Dengan begitu, waktu kita tidak akan terbuang banyak yang malah bisa membuat tulisan kita tidak kunjung selesai.
3. Untuk memulai sebuah naskah, hal pertama yang harus kita perhatikan adalah 'apa yang ingin kita sampaikan dalam cerita tersebut?' Renungkanlah hal tersebut. Itu adalah hal teringan dari tahapan membuat naskah. Setelah hal itu kita pahami, maka dengan sendirinya tulisan kita akan mengalir. Tentu saja jangan lupakan riset.
Lakukan semua itu secara bertahap, mulai dari hal yang paling sederhana. Dengan begitu, kita akan bisa melanjutkan ke hal-hal yang lebih rumit. Mengurangi beban secara perlahan namun pasti.
100 halaman A4 novel tidak akan jadi 100 halaman jika kurang 1 halaman, bukan?
Sekian tips dari JO Team. Tidak masalah jika tulisan kalian hasilnya masih belum bisa memuaskan karena masih bisa terus diperbaiki. Namun, jika tidak ada karya, maka tidak ada yang bisa diperbaiki, kan? Dengan menyelesaikan sebuah tulisan, sesungguhnya kalian telah mempelajari hal baru sekaligus mengalahkan segala tantangan yang dihadapi oleh semua penulis.
Kalian masih tidak punya waktu untuk menulis? Buatlah!
Kabar buruknya adalah waktu berlalu. Kabar baiknya adalah anda yang mengendalikannya.-Michael Altshuler-
sumber foto: http://www.startupist.com/2014/11/10/time-management-tips-for-entrepreneurs/





This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteYang paling penting memang menjadikan menulis sebagai habit, sehingga bisa lebih banyak lagi menulis.
ReplyDeleteMemang ketakutan terbesar biasanya naskah yang buruk atau kehilangan arah tetapi tulis saja nanti bisa dirapikan setelah cerita selesai :)
Tulisan yang sangat bagus dan menginspirasi :)