Oleh: Ixora
Sobat JO,
pernahkah kalian membaca sebuah novel atau cerpen yang sepanjang membacanya
atau di akhir kalian menyelesaikan membaca cerita tersebut, maka kalian merasa
bahwa ada sesuatu yang harus kalian renungkan
bahkan ada hal-hal yang dirasa perlu diubah? Jika ya, selamat, kalian baru saja
membaca sebuah cerita yang menginspirasi, bahkan menggerakkan.
Cerita yang mampu
menginspirasi dan menggerakkan bukan hanya milik buku biografi tokoh terkenal,
atau bukan juga hanya dimiliki oleh buku-buku seperti Chicken Soup. Tidak.
Cerita fiksi berupa novel atau cerpen pun mampu melakukan hal itu. Tentu
pencinta buku pernah membaca karya-karya Andrea Hirata, bukan? Lihatlah
bagaimana dengan tulisannya ia mampu memberi jalinan cerita yang memikat hingga
halaman terakhir dan juga penuh dengan pesan-pesan moral. Tentu akan sangat
membahagiakan bagi seorang penulis apabila pesan yang hendak disampaikan dalam
tulisannya mampu diterima dan bahkan menjadi pembelajaran bagi pembacanya untuk
bisa menjadi lebih baik.
Membuat tulisan
yang menginspirasi bahkan menggerakkan orang tanpa harus orang tersebut merasa
digurui tentu bukan hal yang mudah namun juga bukan hal yang mustahil untuk
dilakukan. JO Team telah merangkum beberapa tips agar Sobat JO mampu
menghasilkan tulisan yang menggerakkan pembaca berikut ini:
1. Menentukan
pesan apa yang akan disampaikan.
Sebelum menulis sesuatu, kita harus mengetahui apa yang ingin kita
sampaikan. Pesan apa yang akan kita
bagikan untuk pembaca di dalam tulisan kita? Dengan mengetahui hal tersebut,
maka cerita kita tidak akan melenceng kemana-mana dan jalinan ceritanya akan
lebih kuat.
2. Usahakan
menggunakan bahasa yang mudah dipahami.
Untuk menginspirasi dan menggerakkan banyak orang tentu pesan dalam tulisan
kita harus sampai terlebih dahulu. Dalam sebuah cerita, kata-kata adalah
pengantar pesan, sehingga semakin kata-kata tersebut mudah dipahami, semakin
mudah pesan tersebut akan sampai. Tentu saja, kata-kata tersebut harus padu
agar menjadi kalimat-kalimat yang menyentuh.
3.
Pintar
menyamarkan pesan.
Mengapa pesan harus disamarkan? Agar pembaca tidak merasa sedang digurui
atau diceramahi. Penulis harus pintar menyiasati agar esensi dari pesan itulah
yang akhirnya bisa ditangkap oleh pembaca. Pesan bisa disamarkan melalui
dialog-dialog kecil atau narasi-narasi yang ringan dan santai. Bahkan pesan pun
bisa diwujudkan dalam penokohan seseorang.
4.
Mulai
menulis untuk banyak orang.
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” ― Pramoedya Ananta Toer
Mulai sekarang, mulailah untuk menulis bagi banyak orang. Jangan ragu untuk
menyebarkan tulisan kita agar dibaca banyak orang melalui media massa,
penerbit, maupun media sosial. Tidak usah khawatir dengan kesempurnaan tulisan
kita, justru dengan semakin banyak dibaca orang maka kita akan semakin banyak
belajar mengenai kekurangan yang harus diperbaiki dalam tulisan kita. Tulisan
yang tidak sempurna namun dibaca oleh banyak orang tentu akan lebih berpeluang
untuk menginspirasi dan menggerakkan dibanding tulisan yang hanya tersimpan di
folder-folder laptop dengan kita sebagai satu-satunya pembaca, kan? ;p
Selamat menulis dan menyebarkan pesan :)
Sumber gambar: http://www.buzzfeed.com/doree/quotes-about-writing#.cjpjXrbKZ0





0 comments:
Post a Comment