Oleh : Orchid dan Ixora
Hai Sobat Jo,
untuk kalian yang malam minggu kemarin tidak sempat menyimak #MalmingMenulis di
akun twitter @JOPHouse karena sibuk ngapel atau sibuk ngepel #eh, maka JO Team
yang baik hati merangkum semuanya dalam artikel ini untuk kalian.
#MalmingMenulis
kali ini sebagai bukti cinta JO Team untuk kalian yang dalam beberapa hari ini
sibuk nanya mengenai penggunaan huruf awal kapital pada kata ibu, bapak, paman,
saudara, dll. Lagi-lagi karena JO Team baik hati, kita tidak hanya akan membahas
itu saja, melainkan sekalian aja, deh kita bahas soal ‘Penggunaan Huruf
Kapital,’ siapa tahu banyak yang sudah lupa.
Merujuk dari EYD,
di bawah ini adalah beberapa aturan tentang penggunaan huruf kapital, yaitu
dipakai untuk:
1. Huruf pertama
pada awal kalimat. Udah pada paham, kan? Jadi mulai sekarang, kalau sms minta
pulsa jangan pakai huruf kapital semua lagi, ya? Kecuali kalau caps lock-nya jebol.
2. Huruf pertama dalam
kata dan ungkapan yg berhubungan dengan agama, kitab suci, dan Tuhan (termasuk
kata ganti Tuhan). Contohnya : Islam, Injil, Yang Maha Pengasih, ..., hamba-Nya,
dll.
3. Huruf pertama dalam
petikan langsung. Misalnya: Dian bertanya, "Di mana kamu tinggal?”
4. Huruf pertama gelar
kehormatan, keturunan, keagamaan yang diikuti
nama orang. Ingat, hanya jika diikuti nama orang. Jadi, jangan lagi menulis haji
di tengah-tengah kalimat dengan huruf awal besar, ya kalau tidak diikuti
namanya.
5. Huruf pertama
unsur jabatan yang diikuti nama orang, instansi, atau tempat tertentu yang
digunakan sebagai pengganti nama orang tertentu. Contoh: Sekretaris Jenderal Departemen
Pertanian.
6. Huruf pertama nama
bangsa, suku bangsa, bahasa, dan nama orang. Khusus nama orang, huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama pada kata de,
van, der, von, da, bin, dan binti. Khusus
nama bangsa, suku, dan bahasa, huruf kapital tidak digunakan sebagai huruf
pertama kata turunan. Contoh: pengindonesiaan kata asing.
7. Huruf pertama
unsur-unsur nama diri geografi yang diikuti nama diri geografi. Ingat lagi, harus
diikuti nama diri geografi tersebut. Contoh: Sungai Musi. Tapi, huruf kapital
tidak digunakan jika nama diri geografi tersebut digunakan untuk penjelas nama
jenis, seperti: nangka belanda.
8. Huruf pertama nama
tempat, tahun, bulan, hari, dan hari raya.
9. Huruf pertama semua
unsur nama resmi negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dan
termasuk nama dokumen resmi kecuali kata dan,
oleh, atau, dan untuk. Misalnya: Badan
Kesejahteraan Ibu dan Anak.
10.Huruf pertama semua
kata di dalam sebuah judul, kecuali huruf pertama pada kata tugas (di, ke, dan,
dari, yang, untuk) yang berada pada pertengahan kalimat. Jadi, jika kata tugas
itu berada di awal kalimat, menggunakan
huruf kapital. Contoh: Saya sedang membaca buku Prajurit yang Terakhir.
11. Huruf pertama pada
singkatan nama pangkat dan gelar. Misalnya: S.H, S.E, S.Pd.
12. Huruf pertama kata
penunjuk hubungan kekerabatan (ibu, bapak, saudara, adik, kakak, dan paman) yg
digunakan dalam penyapaan atau pengacuan.
Misal:
Besok Bapak akan pulang.
"Kapan Ibu
pergi?" tanya Ani.
Ibu bertanya,
"Sedang apa, Dik?"
Jika bukan
pengacuan atau sapaan, tidak perlu menggunakan huruf kapital. Misalnya: Semua
kakak saya laki-laki.
13. Huruf pertama kata
Anda yang digunakan dalam penyapaan. Misal: Apakah Anda percaya? Siapa nama
Anda?
Yup, sekian dulu
pembahasan mengenai Penggunaan Huruf Kapital. Semoga bermanfaat :)
Sumber gambar:http://upic.me/i/7k/alphabetstampupper-2.jpg





Thx...
ReplyDelete