Oleh: Three Friends in Winter
Halo Sobat JO, beberapa minggu lalu, Mimin sempat membuat tema #MalmingMenulis tentang Writer's Block. Horor banget ya tema ini untuk seorang penulis? Hahaha.
Di sini ada yang sering mengalami hal ini pasti tahu donk apa Mimin maksud dengan writer's block? Menurut kalian, writer's block itu mitos atau nyata? Kalian percaya nggak kalau itu benar-benar ada? Kalau Mimin sih percaya writer's block mungkin terjadi. Serius, Min? Kan banyak yang bilang, "ah itu hanya mitos." Cuma mitos, tapi kok yang mengalami banyak ya? Hehehe.
Nah Mimin mau merangkum bahasan tentang Writer's Block dan cara mengatasinya dari #MalmingMenulis beberapa waktu lalu.
Seperti yang kita ketahui, writer's block adalah saat-saat ketika kita tidak tahu harus menulis apa dan bagaimana. Rasanya membuat si penulis yg mengalami jadi frustasi. Tak jarang penulis menjadi depresi karena tidak bisa keluar dari kebuntuan.
Mimin jadi teringat sebuah film yang berjudul The Words. Film ini bercerita tentang seorang penulis yang gagal mengatasi writer's block hingga mencuri ide seseorang dan menjadi penulis terkenal, tapi itu awal mula bencana untuk sang Penulis. Ada yang pernah nonton film ini? Seram ya dampak writer's block bagi penulis. Mudah-mudahan tidak ada satu pun dari Sobat JO yang melakukan hal yang sama dengan penulis dalam film The Words ya. Plagiarisme itu bukan perbuatan mulia. Itu bahkan mencoreng nama baik kita.
Sebenarnya mengapa bisa terjadi writer's block ini? Apa sih momok yang bernama writer's block ini?
S esungguhnya writer's block ini lumrah terjadi, apalagi jika kita telah melewati sebuah titik kejenuhan dari sebuah rutinitas. Ada banyak alasan mengapa seorang penulis bisa mengalami hal ini. Mimin sebutkan 3 alasan yg paling banyak terjadi:
1. Waktu yang kurang tepat.
Ini sebelumnya pernah Mimin jelaskan nih dalam #MalmingMenulis sebelumnya tentang zona nyaman menulis.
Selain waktu yang kurang tepat untuk menulis, alasan pertama ini bisa jadi adalah karena ide tersebut belum saatnya ditulis. Mungkin ide yang kalian miliki membutuhkan waktu penggodokan agar menjadi lebih matang dan siap ditulis. Beri waktu untuk ide tersebut agar lebih meresap dalam jiwa kalian. *halah bahasa Mimin*
Menanti ide tersebut siap ditulis bukan berarti kalian bisa menjadikan itu alasan untuk tidak memulai loh.
Biasa nih, kalau punya ide yang belum siap ditulis Mimin akan selalu membawa buku catatan untuk mencatat setiap kemungkinan yang Mimin temukan untuk ide tersebut. Ke mana pun Mimin akan memikirkan ide tersebut. Bahkan sebelum tidur pun Mimin juga sering memikirkan ide cerita yang sedang Mimin garap, apalagi kalau sudah kadung seru menggodok ceritanya.
Pada titik tertentu, kalian harus mulai menuliskan ide tersebut. Bedakan antara kalian sedang malas atau memang ide itu belum siap.
2. Ketakutan.
Seorang penulis yang akan memulai sebuah tulisan pasti pernah mengalami ketakutan yang menghalanginya menulis. Bisa jadi karena karyanya yang sebelumnya mendapat respon yang sangat baik hingga penulis memiliki tekanan untuk membuat karya selanjutnya lebih baik daripada sebelumnya. Atau karena keinginan dirinya yang lain. Ini manusiawi banget. Tentu saja dalam setiap karya kita harus memiliki perkembangan ke arah yang lebih baik agar karya kita selalu dinantikan.
Hal ini sering kali membuat seorang penulis berhenti menulis karena terlalu takut pada penilaian atau kritik. Takut itu boleh saja, tapi jangan jadikan hal tersebut menjadi alasan untuk kalian tidak memulai menulis. Cara untuk mengatasi ketakutan itu adalah dengan menghadapinya. Jika kita tidak pernah menghadapinya kita tidak akan pernah tahu apa yang ada di depan kita.
Menurut Mimin, otak manusia itu luar biasa kreatif. Setuju nggak? Setuju donk. Jika kita memulai suatu hal dengan ketakutan akan masalah, maka yang akan terlihat muncul selalu masalah, sebaliknya jika kita memulai suatu hal dengan optimis, apa pun yang terjadi kita akan menemukan jalan keluarnya.
3. Sifat Perfeksionis
Waktu sudah tepat, ketakutan sudah dilewati, tapi kok belum bisa mulai menulis juga ya?
Nah bisa jadi itu adalah ulah si Perfeksionis. Ketika kita akan memulai sesuatu, terkadang kita ingin semua langsung terlihat sempurna dan baik. Akhirnya karena kita menanti kesempurnaan tersebut datang, kita tidak kunjung memulai.
Seperti yang Mimin pernah katakan dalam#MalmingMenulis dan artikel sebelumnya, draft pertama itu tidak harus langsung bagus. Tuliskan saja dulu semua yang ada di kepala kalian. Nanti saat sudah selesai, mulai swasunting. Saat itulah kalian baru mulai merapikan hal-hal yang menurut kalian kurang tepat untuk masuk dalam cerita kalian.
Mimin suka satu kutipan tentang kesempurnaan,
Terkadang tidak semua hal harus tanpa celah kesalahan sedikit pun. Ketidaksempurnaan itu manusiawi kok. Itu menyediakan ruang untuk kita, juga mengingatkan agar selanjutnya kita harus lebih baik daripada sebelumnya.
Nah, Mimin mau kasih tips-tips singkat cara mengatasi writer's block:
1. Ganti suasana
Ketika kamu mengalami kejenuhan menulis, cobalah untuk jalan-jalan keluar sejenak, mendengar musik kesukaan, atau lakukan aktivitas selain menulis. Berolahraga agar peredaran darah lebih lancar bisa jadi pilihan. Bertemu dan berbincang dengan orang-orang yang membuat perasaan lebih baik juga bisa membantumu menemukan perspektif baru. Biasa dari interaksi tersebut membuat kalian mendapat ide yang lebih baik.
2. Gunakan pulpen atau pensil dan kertas/buku catatan.
Daripada mencatat dengan gadget, Mimin lebih suka mencoret-coret di kertas, lebih banyak membuka peluang ide bermunculan. Terkadang juga Mimin tidak menulis ide apa pun di kertas tersebut, hanya menggambar bentuk yang tidak jelas atau coretan kata yang tidak ada hubungannya dengan ide/cerita yang sedang Mimin buat.
3. Perbaharui isi kepala kalian.
Bisa jadi kalian tidak punya ide untuk menulis karena isi kepala kalian belum terbaharui. Itu sebabnya kalian merasa ide-ide yang muncul nampaknya sama seperti sebelumnya dan tidak menarik minat kalian untuk menulis. Selain lewat membaca, kalian juga bisa menambah database otak dengan menonton film atau berpetualang. Buat yang suka jalan-jalan, berpergian ke suatu tempat yang belum pernah dikunjungi akan membawa pengalaman baru. Ada loh penulis yang demi pengalaman baru, ia mencoba pekerjaan baru.
4. Istirahatkan tubuh dan pikiran kalian.
Dihadapkan pada sebuah kondisi "cerita sudah ditulis tapi di tengah jalan kalian bingung melanjutkannya", mungkin itu karena tubuh kalian terlalu lelah. Biasanya nih kalau sudah mentok banget, Mimin akan pergi tidur. Eits, tapi saat akan tidur, Mimin tetap memikirkan premis dan apa yang Mimin ingin bawa dalam cerita itu sekitar 15-30 menit sebelum benar-benar ketiduran. Nah esok harinya, biasa Mimin akan bisa melihat solusi baru untuk melanjutkan cerita. Punya kerangka cerita sebelum mulai menulis juga membantu kalian untuk tidak kehilangan arah di tengah menulis.
Nah itu tips singkat dari Mimin!
Pada dasarnya writer's block itu adalah kondisi yang kita sendiri ciptakan dan harus lewati. Writer's block itu bukan alasan untuk membiarkan kemalasan merajalela hingga akhirnya tidak menulis. Temukan sumber masalah yang menyebabkan kalian tidak dapat menulis dan segera atasi itu. Bisa jadi kalian jenuh, butuh suasana baru atau isi otak kita perlu disegarkan dengan pengalaman baru. Jangan menanti saat yang tepat untuk menulis, tapi buatlah saat yang tepat itu.
Nah Mimin mau merangkum bahasan tentang Writer's Block dan cara mengatasinya dari #MalmingMenulis beberapa waktu lalu.
Seperti yang kita ketahui, writer's block adalah saat-saat ketika kita tidak tahu harus menulis apa dan bagaimana. Rasanya membuat si penulis yg mengalami jadi frustasi. Tak jarang penulis menjadi depresi karena tidak bisa keluar dari kebuntuan.
Mimin jadi teringat sebuah film yang berjudul The Words. Film ini bercerita tentang seorang penulis yang gagal mengatasi writer's block hingga mencuri ide seseorang dan menjadi penulis terkenal, tapi itu awal mula bencana untuk sang Penulis. Ada yang pernah nonton film ini? Seram ya dampak writer's block bagi penulis. Mudah-mudahan tidak ada satu pun dari Sobat JO yang melakukan hal yang sama dengan penulis dalam film The Words ya. Plagiarisme itu bukan perbuatan mulia. Itu bahkan mencoreng nama baik kita.
Sebenarnya mengapa bisa terjadi writer's block ini? Apa sih momok yang bernama writer's block ini?
S esungguhnya writer's block ini lumrah terjadi, apalagi jika kita telah melewati sebuah titik kejenuhan dari sebuah rutinitas. Ada banyak alasan mengapa seorang penulis bisa mengalami hal ini. Mimin sebutkan 3 alasan yg paling banyak terjadi:
1. Waktu yang kurang tepat.
Ini sebelumnya pernah Mimin jelaskan nih dalam #MalmingMenulis sebelumnya tentang zona nyaman menulis.
Selain waktu yang kurang tepat untuk menulis, alasan pertama ini bisa jadi adalah karena ide tersebut belum saatnya ditulis. Mungkin ide yang kalian miliki membutuhkan waktu penggodokan agar menjadi lebih matang dan siap ditulis. Beri waktu untuk ide tersebut agar lebih meresap dalam jiwa kalian. *halah bahasa Mimin*
Menanti ide tersebut siap ditulis bukan berarti kalian bisa menjadikan itu alasan untuk tidak memulai loh.
Biasa nih, kalau punya ide yang belum siap ditulis Mimin akan selalu membawa buku catatan untuk mencatat setiap kemungkinan yang Mimin temukan untuk ide tersebut. Ke mana pun Mimin akan memikirkan ide tersebut. Bahkan sebelum tidur pun Mimin juga sering memikirkan ide cerita yang sedang Mimin garap, apalagi kalau sudah kadung seru menggodok ceritanya.
Pada titik tertentu, kalian harus mulai menuliskan ide tersebut. Bedakan antara kalian sedang malas atau memang ide itu belum siap.
2. Ketakutan.
Seorang penulis yang akan memulai sebuah tulisan pasti pernah mengalami ketakutan yang menghalanginya menulis. Bisa jadi karena karyanya yang sebelumnya mendapat respon yang sangat baik hingga penulis memiliki tekanan untuk membuat karya selanjutnya lebih baik daripada sebelumnya. Atau karena keinginan dirinya yang lain. Ini manusiawi banget. Tentu saja dalam setiap karya kita harus memiliki perkembangan ke arah yang lebih baik agar karya kita selalu dinantikan.
Hal ini sering kali membuat seorang penulis berhenti menulis karena terlalu takut pada penilaian atau kritik. Takut itu boleh saja, tapi jangan jadikan hal tersebut menjadi alasan untuk kalian tidak memulai menulis. Cara untuk mengatasi ketakutan itu adalah dengan menghadapinya. Jika kita tidak pernah menghadapinya kita tidak akan pernah tahu apa yang ada di depan kita.
Menurut Mimin, otak manusia itu luar biasa kreatif. Setuju nggak? Setuju donk. Jika kita memulai suatu hal dengan ketakutan akan masalah, maka yang akan terlihat muncul selalu masalah, sebaliknya jika kita memulai suatu hal dengan optimis, apa pun yang terjadi kita akan menemukan jalan keluarnya.
3. Sifat Perfeksionis
Waktu sudah tepat, ketakutan sudah dilewati, tapi kok belum bisa mulai menulis juga ya?
Nah bisa jadi itu adalah ulah si Perfeksionis. Ketika kita akan memulai sesuatu, terkadang kita ingin semua langsung terlihat sempurna dan baik. Akhirnya karena kita menanti kesempurnaan tersebut datang, kita tidak kunjung memulai.
Seperti yang Mimin pernah katakan dalam
Mimin suka satu kutipan tentang kesempurnaan,
"ketidaksempurnaan adalah kesempurnaan."
Terkadang tidak semua hal harus tanpa celah kesalahan sedikit pun. Ketidaksempurnaan itu manusiawi kok. Itu menyediakan ruang untuk kita, juga mengingatkan agar selanjutnya kita harus lebih baik daripada sebelumnya.
Nah, Mimin mau kasih tips-tips singkat cara mengatasi writer's block:
1. Ganti suasana
Ketika kamu mengalami kejenuhan menulis, cobalah untuk jalan-jalan keluar sejenak, mendengar musik kesukaan, atau lakukan aktivitas selain menulis. Berolahraga agar peredaran darah lebih lancar bisa jadi pilihan. Bertemu dan berbincang dengan orang-orang yang membuat perasaan lebih baik juga bisa membantumu menemukan perspektif baru. Biasa dari interaksi tersebut membuat kalian mendapat ide yang lebih baik.
2. Gunakan pulpen atau pensil dan kertas/buku catatan.
Daripada mencatat dengan gadget, Mimin lebih suka mencoret-coret di kertas, lebih banyak membuka peluang ide bermunculan. Terkadang juga Mimin tidak menulis ide apa pun di kertas tersebut, hanya menggambar bentuk yang tidak jelas atau coretan kata yang tidak ada hubungannya dengan ide/cerita yang sedang Mimin buat.
3. Perbaharui isi kepala kalian.
Bisa jadi kalian tidak punya ide untuk menulis karena isi kepala kalian belum terbaharui. Itu sebabnya kalian merasa ide-ide yang muncul nampaknya sama seperti sebelumnya dan tidak menarik minat kalian untuk menulis. Selain lewat membaca, kalian juga bisa menambah database otak dengan menonton film atau berpetualang. Buat yang suka jalan-jalan, berpergian ke suatu tempat yang belum pernah dikunjungi akan membawa pengalaman baru. Ada loh penulis yang demi pengalaman baru, ia mencoba pekerjaan baru.
4. Istirahatkan tubuh dan pikiran kalian.
Dihadapkan pada sebuah kondisi "cerita sudah ditulis tapi di tengah jalan kalian bingung melanjutkannya", mungkin itu karena tubuh kalian terlalu lelah. Biasanya nih kalau sudah mentok banget, Mimin akan pergi tidur. Eits, tapi saat akan tidur, Mimin tetap memikirkan premis dan apa yang Mimin ingin bawa dalam cerita itu sekitar 15-30 menit sebelum benar-benar ketiduran. Nah esok harinya, biasa Mimin akan bisa melihat solusi baru untuk melanjutkan cerita. Punya kerangka cerita sebelum mulai menulis juga membantu kalian untuk tidak kehilangan arah di tengah menulis.
Nah itu tips singkat dari Mimin!
Pada dasarnya writer's block itu adalah kondisi yang kita sendiri ciptakan dan harus lewati. Writer's block itu bukan alasan untuk membiarkan kemalasan merajalela hingga akhirnya tidak menulis. Temukan sumber masalah yang menyebabkan kalian tidak dapat menulis dan segera atasi itu. Bisa jadi kalian jenuh, butuh suasana baru atau isi otak kita perlu disegarkan dengan pengalaman baru. Jangan menanti saat yang tepat untuk menulis, tapi buatlah saat yang tepat itu.
sumber foto: http://www.wiseinkblog.com





0 comments:
Post a Comment