Tuesday, February 23, 2016


Oleh: Orchid dan Three Friends in Winter 

Halo, Sobat JO! Mimin kali ini datang dengan membawa ringkasan Malming Menulis beberapa waktu lalu. Tentang apa sih tema tips menulis minggu lalu? Yup... yang sudah menyimak pasti tahu. Tentang segmentasi pembaca. 

Kalau kalian tanya, sebenarnya penting nggak sih kita tahu siapa pembaca buku kita? Jawab Mimin, oh tentu saja PENTING! Karena itu menyangkut banyak aspek dalam ceritamu, baik dalam pemilihan cerita, tema, karakter tokoh, diksi, dsb. Itu yang Mimin sebut dengan mengenali segmentasi pembacamu.

Segmentasi pembaca itu pemilihan objek atau sasaran tulisan, merujuk pada siapa tulisan itu akan ditujukan. Bisa berdasarkan usia, jenjang karir, jenis kelamin, atau secara spesifik ditujukan untuk komunitas tertentu. 


Perlu Sobat JO ketahui, bahwa setiap penulis harus dapat membidik segmentasi pembaca. Ini merupakan hal yang penting. Kenapa? 

Seperti yang sudah Mimin bilang sebelumnya, karena segmentasi pembaca berkaitan dengan tulisan yang kamu tulis. Tulisan adalah media sekaligus pesan yang harus dipahami oleh penerima pesan. Karena itu, tulisan harus tepat dan sesuai dengan sasaran pembaca yang dituju. 

Dengan mengetahui segmentasi pembaca, maka tulisan yang akan ditulis menjadi lebih terarah. Misalnya saja, Sobat JO mau menulis untuk remaja, kita harus mulai memikirkan tema apa sih yang diminati oleh remaja? Karakter yang seperti apa yang lebih dekat dengan mereka. Gaya bahasa seperti apa yang bisa mereka mengerti. Tentu saja, tulisan untuk remaja dan untuk anak-anak akan berbeda, apalagi untuk segmentasi dewasa. 

Tidak mungkin kan, kita menulis untuk anak-anak tapi dengan menggunakan gaya nyastra dan bertema percintaan? Anak-anak tidak akan paham dengan apa yang kamu ceritakan. Jadinya malah pesan yang akan disampaikan olehmu tak akan sampai. 

Ketika tulisan gagal dipahami oleh pembaca, maka tulisan itu pun bukan menjadi media komunikasi. Padahal sudah dijelaskan di awal bahwa tulisan adalah sebuah media sekaligus pesan yang harus dipahami pembaca. Tapi, jika tulisan kamu dapat dipahami oleh pembaca, maka tulisan kamu pasti akan diterima oleh para pembaca. 

Tema untuk remaja misalkan 'percintaan', bisa jadi itu yang paling populer, bolehlah kalian tulis tentang hal tersebut. Tapi, dunia remaja kan tidak melulu tentang hal tersebut, bisa jadi tentang persahabatan, cita-cita, dsb. Jika kalian ingin terlihat menonjol di antara ratusan buku yang terpajang di rak toko buku, tentu saja kalian harus pandai-pandai mencari celah dan mengolah ceritamu. 

Selain itu, menentukan segmentasi pembaca yang spesifik juga akan mempersempit tingkat persaingan yang ada. Dengan mengetahui segmentasi pembaca, maka Sobat JO akan tahu dengan siapa kamu harus bersaing. 

Jika segmentasi pembacamu adalah young-adult, maka kamu harus bersaing dengan Dewi Lestari. Beuh! Berat, nggak? Jangan keder dulu ya. Hahaha. 

Sebelum menulis, siapkan dulu peralatan perang kalian untuk menghadapi pasar. Tentukan segmen pembacamu. Dengan itu, kamu dapat menentukan gaya tulisanmu dan bisa lebih dekat dengan pembaca. 

Apakah kamu akan menulis bacaan ringan atau bacaan yang agak berat? Yang mana saja sama. Tidak ada yang lebih baik, baik tulisan 'ringan' atau pun 'agak berat'. Karena masing-masing punya segmentasi pembaca. Yang tentu saja berbeda di setiap tulisan, jiiwa dari ceritamu itu yang menentukan. Menulis dengan hati tentu saja hasilnya akan berbeda. :)


Sumber gambar: http://www.read2dream.com/images/design/footer_nzone.jpg

Tagged: ,

0 comments:

Post a Comment