Monday, March 7, 2016


Oleh: Ixora & Orchid

#MalmingMenulis kemarin membahas tentang hal menyenangkan dan tidak menyenangkan  menjadi seorang penulis. Sobat JO sebagian besar pasti suka menulis, kan? Jadi, katanya, ada beberapa hal menyenangkan yang dialami oleh penulis. Apa aja?

Mimin akan rangkum #MalmingMenulis untuk kalian. 

Pertama, dengan menjadi penulis, kita memiliki waktu yang sangat fleksibel. Kita bebas menentukan seberapa banyak kita harus menulis dalam satu hari. Semakin banyak waktu yang kita gunakan untuk menulis, semakin cepat tulisan kita bisa diselesaikan. Begitu juga sebaliknya.

Kedua, kita memiliki banyak pengetahuan. Tentu dong, karena haram bagi seorang penulis untuk malas membaca. Apalagi jika penulis tersebut ingin menulis hal-hal yang belum/tidak dikuasainya. Ia tentu akan membutuhkan riset. Itu artinya, banyak buku yang harus dibaca, video yang harus ditonton, dan narasumber yang harus didengarkan. Semua itu adalah pengetahuan-pengetahuan baru yang akan didapat oleh penulis, baik ia penulis fiksi atau penulis non-fiksi

Ketiga, penulis akan memiliki banyak teman. Apalagi jika ia bergabung di komunitas-komunitas kepenulisan seperti @SobatJo. Komunitas itu penting. Karena, komunitas itu akan memacu kita untuk terus berkarya. Kita juga bisa saling bertukar info tentang dunia kepenulisan. Menulis itu bisa sendiri, tapi untuk menjadi penulis, kita butuh banyak orang, termasuk pembaca. Punya komunitas juga membantu kita untuk melakukan promosi buku yang kita tulis.

Keempat, penulis akan memiliki banyak kosakata. Ini penting. Karena, akan berpengaruh terhadap cara berkomunikasi kita terhadap orang lain. Tentu akan menyenangkan bicara dengan orang yang kosakatanya baik dan wawasannya luas, kan?

Kelima, penulis akan mendapat kepuasan batin yang tidak akan bisa digantikan dengan apa pun saat tulisannya dikenal. Minimal, dibaca oleh seseorang. 

Setelah membahas hal-hal yg menyenangkan, sekarang kita akan membahas hal-hal tidak menyenangkan yang banyak dialami penulis.

Pertama, jika menulis bukanlah pekerjaan utama kita, maka kita harus menyisihkan waktu untuk menulis. Butuh energi lebih ketika menyisihkan sedikit dari waktu-waktu sibuk kita untuk menulis.

Kedua, tidak semua orang bisa menerima tulisan kita dengan baik. Bisa jadi ketika kita sudah banyak sekali riset kemudian menuliskannya, eh ternyata ada fakta yang tertinggal dan kesalahan itu dipaparkan oleh orang lain. Duh, rasanya cakit... *mimin sok imut banget* Jadi penulis harus tahan terhadap kritik. Sepahit apa pun! Tapi bukan menerima begitu saja,  melainkan terima dan buat itu menjadi motivasi agar tulisan selanjutnya menjadi lebih baik daripada sebelumnya. 

Ketiga, pekerjaan sebagai penulis, belum bisa memberikan kita kecukupan dalam hal materi. Kecuali kita sangat populer dan sangat produktif, sebaiknya tidak menggantungkan hidup kita hanya dengan menulis. Tapi, kalau untuk tambahan uang jajan boleh lah. 

Nah, sekian rangkuman #MalmingMenulis kali ini. Semoga bermanfaat, Sobat JO!

sumber foto: http://www.adweek.com/socialtimes/author-tag/622127

Tagged: , ,

0 comments:

Post a Comment