Oleh: Orchid dan Three Friends in Winter
Hola, Sobat JO!
Malam minggu kemarin siapa yang ikut menyimak materi #MalmingMenulis dari Mimin?
Mimin kemarin membahas tentang zona nyaman loh. Eits... maksud Mimin bukan zona nyaman yang sering dikatakan orang-orang untuk kita tinggalkan agar bisa melihat dunia yang lebih luas. Tapi, tempat, situasi, seseorang, atau apa saja yang bikin kalian itu produktif dalam menulis.
Setiap penulis yang produktif biasanya memiliki hal tersebut. Sesuatu yang membuat inspirasinya terus mengalir, bahkan di saat ia mengalami Writer's Block atau terjangkit kemalasan sekalipun. Hal yang membuatnya ingin menulis ketika sudah memasuki zona tersebut.
Apakah kamu sudah menemukan zona nyamanmu?
Jika belum, kamu harus mencari tahu, karena ini akan berpengaruh pada keproduktifan menulismu. Kalian pasti ingin donk menjadi penulis yang produktif, memiliki banyak karya, dan akhirnya karya-karya tersebut dibaca oleh banyak orang.
Bagaimana cara mencari tahu zona nyamanmu?
Coba pikirkan, kapan kamu merasa bersemangat menulis? Pagi, siang, sore, atau malam? Di mana kamu merasakan hal itu? Di keramaian ataukah justru di tempat yang sepi? Di kamarmu? Atau di kafe? Atau mungkin di taman? Lalu, lagu seperti apa yang membuatmu semangat? Kamu lebih sukses menulis menggunakan apa? Buku catatan atau langsung di laptop? Atau mungkin, kamu merasa semangat menulis saat ada makanan di sampingmu? Kondisi bagaimanakah yang membuatmu sukses menulis?
Nah, Sobat JO harus mencari tahu. Mungkin pertanyaan-pertanyaan tadi bisa membantu. Setiap orang pasti memiliki hal tersebut. Bahkan penulis-penulis hebat pun juga memilikinya. Ada penulis yang merasa lebih produktif ketika menulis di jam 7-9 pagi. Ada juga yang di tengah malam ditemani secangkir kopi dan musik. Ada yang hobi mengunyah apel di dalam bak mandi sambil memikirkan plot ceritanya.
Oh, ada juga penulis yang zona nyamannya bukan suatu kondisi melainkan seseorang. Orang-orang ini sering disebut sebagai Muse. Kata Muse diambil dari nama dewi-dewi yang merupakan anak perempuan Zeus dan Mnemosyne. Muse adalah sembilan dewi ilmu pengetahuan dan semi yang menginsipirasi kreatifitas. Siapa yang bisa menjadi sumber inspirasimu? Siapa saja bisa. Bisa anak-anak, orang dewasa, orang tua, laki-laki, perempuan. Siapa pun, tidak harus seorang perempuan seperti pada umumnya. Stephen King pernah mengaku bahwa sumber inspirasinya adalah seorang laki-laki.
Oh, ada juga penulis yang zona nyamannya bukan suatu kondisi melainkan seseorang. Orang-orang ini sering disebut sebagai Muse. Kata Muse diambil dari nama dewi-dewi yang merupakan anak perempuan Zeus dan Mnemosyne. Muse adalah sembilan dewi ilmu pengetahuan dan semi yang menginsipirasi kreatifitas. Siapa yang bisa menjadi sumber inspirasimu? Siapa saja bisa. Bisa anak-anak, orang dewasa, orang tua, laki-laki, perempuan. Siapa pun, tidak harus seorang perempuan seperti pada umumnya. Stephen King pernah mengaku bahwa sumber inspirasinya adalah seorang laki-laki.
Nah, jika sudah menemukan zona nyaman, menulislah di zona nyamanmu itu. Jadilah produktif dengan berkarya.
Oh iya, saat menulis diusahakan jangan mengandalkan orang lain ya. Cari tahu sendiri bagaimana kondisi yang tepat untukmu. Karena hanya dirimu sendiri yang mengetahui apa pemicumu untuk menulis. Apa yang membuatmu nyaman untuk menulis.
Oh iya, saat menulis diusahakan jangan mengandalkan orang lain ya. Cari tahu sendiri bagaimana kondisi yang tepat untukmu. Karena hanya dirimu sendiri yang mengetahui apa pemicumu untuk menulis. Apa yang membuatmu nyaman untuk menulis.
Mencari referensi atau bertanya pada penulis lain boleh, kok. Dengan mencoba-coba, siapa tahu zona nyaman penulis-penulis itu ternyata cocok dengan kondisimu. Kalau Mimin sih lebih suka di tempat yang sepi, sambil ngemil. Tidak bisa kalau mengetik sambil mendengar lagu. Alih-alih ngetik malah jadi asyik menyanyi. Kalau kamu?
10 Steps to Becoming a Better Writer
Write.
Write more.
Write even more.
Write even more than that.
Write when you don’t want to.
Write when you do.
Write when you have something to say.
Write when you don’t.
Write every day.Keep writing.”
― Brian Clark
Sumber Foto: http://www.eremedia.com/tlnt/getting-out-of-the-comfort-zone-why-new-job-experiences-make-sense/





0 comments:
Post a Comment