Friday, January 22, 2016




Oleh: Three Friends in Winter

"Buku yang bagus, menurut Shenny, akan menjadi candu." 

Itu adalah sebuah kutipan yang Mimin ambil dari sebuah artikel lama di majalah online, Pindai. Kalian setuju nggak sih dengan kutipan ini? Benar nggak sih kalau kita membaca sebuah buku yang sangat bagus menyebabkan kita akan terus ketagihan untuk membaca buku bagus lainnya? Kalau Mimin sih setuju, apalagi kalau buku tersebut meninggalkan jejak di dalam hati Mimin seusai baca. Seperti Visi & Misi JOPH.

Eits, namun apa gunanya sih buku bagus tapi nggak ada yang tahu? 

Mimin tahu, di sini pasti setiap calon penulis maupun penulis memiliki alasannya masing-masing sebelum mulai menuliskan karya-karyanya. Ada yang menulis hanya untuk kepuasan diri sendiri, ada yang menulis untuk mencari tambahan pemasukan, ada pula yang ingin meninggalkan jejak di dunia. Apa pun alasanmu, itu semua sah-sah saja. Tidak ada yang melarangnya.

Pendapat Mimin pribadi nih, sebagus apa pun buku tersebut tapi kalau tidak ada yang pernah tahu buku itu ada, untuk apa? :)  Okay, mungkin kamu hanya menulis untuk kesenangan sendiri, jadi setelah selesai, hasil tulisannya terus disimpan deh di dalam harddisk laptop. Yang Mimin maksud di sini, adalah siapa tahu saja konten yang kalian tulis itu memang benar-benar bagus. Kalau semakin banyak yang tahu, semakin bermanfaaat untuk orang banyak. 

Seperti yang pernah Mimin pernah lansir tuh di dalam artikel, Menulis. Sebagai Hobi atau Profesi?

Ada manfaatnya pula untuk dirimu jika karya tulisanmu itu dibaca oleh publik, salah satunya sarana untuk mengembangkan diri. Mimin nggak perlu jelasin panjang lebar lagi, kalian bisa baca penjelasannya di dalam artikel tadi.

Lantas bagaimana sih caranya agar karyamu tersebut bisa dikenal dan dibaca oleh orang-orang?

Jawabannya adalah Promosi. 

Mimin pernah mengupas pentingnya promosi dan tips-tipsnya di dalam artikel JO Team sebelumnya. Nah dalam artikel ini, Mimin ingin mengupas mengenai kunci agar kamu dikenal oleh banyak orang dan karya-karyamu semakin ditunggu. Berikut sebuah istilah yang Mimin kutip dan perbaharui dari buku Digital Enterpreneurshift. Tiga Lebih: Lebih Mudah, Lebih Luas, Lebih Dalam.

Apa sih ini?

1. Lebih Mudah (mulailah menulis dari hal-hal yang membuatmu tertarik)

Kunci pertama, apa yang kalian tulis harus bagus atau minimal menarik! Tulisan yang menarik tentu saja akan menggugah minat orang untuk membaca. Lantas, bagaimana cara membuat tulisan itu menarik?

Mulailah dari apa yang menarik perhatianmu. Menulis dari hal yang kalian sukai tentu saja akan lebih mudah daripada ketika kalian memulai topik dari hal yang tidak menarik minat kalian sama sekali. Ini membantu agar kita bisa menikmati proses riset yang terkadang membuat kita bingung dan lelah, atau ketika membuat kerangka cerita.

Menulis itu seperti membagikan jiwa kita ke dalam tulisan. Jika diri kita saja merasa tidak merasa cocok dengan apa yang ditulis, bagaimana tulisan tersebut bisa memiliki jiwa?

Selain menulis sesuai minat, kalian juga bisa menulis tentang tema yang sedang up to date. Tapi dengan catatan, tentu saja jangan jadi follower. Kembangkanlah tema tersebut berdasarkan kacamata kalian. Setiap orang pasti memiliki sudut pandang yang unik.


2. Lebih Luas (perluas jaringan pertemananmu)

Kunci kedua agar lebih banyak orang yang mengenal karyamu adalah dengan memperluas lingkup orang-orang yang kalian kenal. Lewat itu, bangunlah jaringan pembacamu. Ada banyak cara untuk memperluas hal tersebut; rajin mengikuti seminar dan forum kepenulisan, ikut komunitas, dll.

Ada cara lain pula yang mudah dan gratis. Itu adalah dengan internet.

Internet saat ini tentu bukan barang mewah lagi. Kalian dapat memanfaatkannya, minimal untuk mempromosikan buku-buku kalian. Sudah banyak loh penulis yang memanfaatkan internet untuk membuat orang-orang lebih mengenalnya. Contohnya: Raditya Dika, dia terkenal lewat tulisan-tulisan di blognya, dan cukup aktif di media sosial.

Media seperti Blog, Twitter, Facebook, Google+, Instagram, dll merupakan alat promosi yang murah meriah. Jika kalian memiliki akun media sosial, gunakanlah. Pasang foto cover bukumu, atau sebutkanlah judul-judul bukumu - terutama yang terbaru- di biodata media sosial.  Jadi, setiap kali kalian mengunggah sesuatu ke dalam media sosialmu, orang-orang dapat melihatnya.

Selain itu, rajin-rajinlah merawat akun tersebut dengan rutin mengunggah sesuatu di sana. Jangan biarkan menganggur hingga bersarang laba-laba #eh.

Oh ya, agar akunmu lebih dikenali, misal di Twitter, jika ada sebuah topik yang sedang terkenal dan kebetulan sesuai dengan minatmu, kalian bisa ikut nimbrung berbicara mengenai topik tersebut. Biasa orang-orang kan suka memperhatikan tweet apa saja yang ada di dalam topik yang sedang populer tersebut. Dengan begitu, semakin banyak yang akan melihat akunmu.


3. Lebih Dalam (Bangun keakraban dengan pembacamu)

Pada dasarnya, kita tentu senang donk kalau disapa oleh seseorang yang karyanya kita sangat sukai? Nah, komunikasi dengan pembacamu ini membantu agar orang-orang tertarik mengenal bukumu. Bagaimana caranya membangun komunikasi tersebut?


Pertama-tama jika ada seorang pembaca yang memberikan pendapatnya mengenai tulisanmu, hargailah hal tersebut. Atau jika seseorang bertanya mengenai buku-bukumu, jawablah. Bisa juga kalian melakukan googling terhadap judul bukumu untuk melihat siapa saja yang membicarakan bukumu tanpa menyebutmu lewat media sosial, sapa mereka. Dengan begitu komunikasimu dengan pembaca terus terjalin. Hingga ketika kalian mengeluarkan buku selanjutnya, karyamu itu sudah diketahui dan syukur-syukur ditunggu. :)

Intinya, harus peka dengan sekitar, jangan sombong, dan rajinlah berkomunikasi dengan banyak orang. Semakin luas pergaulanmu, semakin mudah kamu untuk dikenal hingga karya-karyamu pun dikenal.

Nah, sekian artikel dari Mimin kali ini. Semoga bermanfaat.

Kunci dari kesuksesan dimulai dari diri sendiri. 

Sumber gambar:https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/81/Potter_queue.jpg

Tagged: ,

0 comments:

Post a Comment