Oleh: Ixora & Edelweiss
Halo, Sobat JO! Seperti biasa di hari Senin yang menjadi awal dari segala kesibukan kalian di minggu ini, Mimin akan berikan rangkuman dari Malming Menulis kemarin bagi kalian yang tidak sempat menyimaknya di lini masa akun twitter kami. Jadi, topik yang dibahas malam minggu lalu--yang biasanya dianggap para jomblo adalah malam sakral--yaitu bagaimana cara memilih buku yang bagus. Memilih buku yang bagus tidak mudah, loh, Sobat. Yuk, kita simak.
Mungkin bagi beberapa Sobat JO berpendapat kalau mencari buku yang pertama kali dilihat adalah penerbitnya. Kalau penerbitnya besar, bukunya bagus. Opini tersebut bisa jadi benar, bisa jadi tidak. Mengapa? Benar karena sudah terbukti bukunya diterima masyarakat. Tidak, karena bahkan penerbit indie sekali pun punya peluang menerbitkan buku bagus yang sama dengan penerbit besar tersebut.
Kalian juga jangan segan-segan untuk berburu buku di tempat penjualan buku bekas karena di sana terkadang menyimpan kekayaan tersendiri yang tidak akan kita tahu tanpa mendatanginya. Siapa tahu kita bisa menemukan buku bekas yang langka dan sudah tidak terbit lagi. Harganya bisa jadi lebih miring pula.
Sobat JO juga bisa memanfaatkan aplikasi semacam Goodreads. Membaca review para Blogger juga bisa menjadi alternatif lain dalam mencari saran buku-buku yang bagus. Media sosial para penerbit pun bisa menjadi salah satu panduan kalian dalam mencari buku-buku bagus. Mereka pasti akan mempromosikan buku-buku mereka. Mereka juga tidak jarang membagikan review tentang buku yang mereka terbitkan. Jadi, ini adalah salah satu cara kalian dalam memenuhi kamus buku-buku yang sudah diterbitkan di Indonesia.
Selain dengan pertimbangan orang-orang seperti para Blogger dan reviewer di Goodreads, teman kita sendiri pun bisa menjadi salah satu sumber kita dalam mencari buku-buku bagus. Dan biasanya rekomendasi teman cukup bisa dipercaya. Tapi tanyanya dengan teman yang suka membaca dan kira-kira berselera sama, ya. Jangan sampai teman yang lebih suka baca komik kalian tanyai tentang novel young adult yang bagus. Hihi.
Oh iya, mungkin kalian semua masih ingat jelas dengan kutipan 'Don't judge book by it's cover'. Namun Mimin tidak begitu setuju dengan kutipan itu. Cover tetap memiliki peran tentang seberapa menariknya buku tersebut. Digabung juga dengan blurb yang menarik. Kualitas cover yang apik dan blurb yang menarik cukup menggambarkan kualitas buku tersebut.
Selain itu, semisal kalian menemukan contoh buku yang sudah tidak bersegel lagi, kalian bisa membaca-baca bagian awal buku. Jika bagus, kalian bisa menilai seberapa bagus buku tersebut bagi kalian. Cara ini juga berlaku ketika akan membeli ebook, karena biasanya ebook juga memberikan tester beberapa bab awal.
Terakhir, dan ini berlaku untuk buku nonfiksi, kalian perlu mencari tahu tentang penulisnya. Seberapa kompeten mereka, sih, di bidang yang mereka tulis? Kalian perlu tahu itu, karena semakin ia berkompeten di bidangnya, maka semakin bagus dan sesuai faktalah tulisannya itu.
Nah, kalau dari Mimin sih hanya itu saja. Mungkin Sobat JO ada yang punya tips lain? Tidak dilarang menuliskannya di kolom komentar, kok! Sampai jumpa di lain waktu lagi, ya! Selamat menulis, semua!
Sumber gambar:http://bacakilat.com/wp-content/uploads/2014/05/CHOOSING-BOOK-300x216.jpg





0 comments:
Post a Comment