Oleh : Three Friend in Winter
Halo, Sobat JO! Mimin kembali dengan
rangkuman #MingguMenulis minggu lalu. Minggu lalu Mimin sempat membahas
mengenai menulis di media online.
Sebelum Mimin mulai, siapa yang aktif menulis di platform menulis online?
Ya, seperti wattpad, blog, atau komunitas-komunitas menulis online lainnya.
Bagaimana pendapat kalian mengenai menulis
di media online?
Kalau menurut orang-orang di sekitar
Mimin, banyak yang merasa hal tersebut baik untuk dicoba. Apalagi sedang
ngetren. Namun tidak sedikit pula yang merasa, "Kalian nggak sayang kah dengan naskah itu? Kan bisa dikirim ke
penerbit, diterbitkan." Kedua pendapat tersebut tidak salah sih.
Mengunggah tulisan ke dunia maya punya beberapa resiko yang kemungkinan bisa
dialami oleh penulis tersebut.
Pertama, kemungkinan
kalau tulisan tersebut dijiplak oleh orang lain kemudian tulisan dia
diterbitkan. Oh tidak! Nyesek... Kemungkinan
lainnya, bisa jadi kita selamat dari resiko tersebut. Tapi ada kekhawatiran
lain yang membayang. Kalau misalnya tulisan itu sudah diunggah secara online, kemudian dikirim ke penerbit,
dan diterima, ada yang akan beli nggak ya?
Hayo! Siapa di sini yang pernah merasakan
kekhawatiran yang sama dengan yang Mimin sebutkan?
Kemungkinan plagiasi, di mana pun tentu
mungkin saja terjadi. Hal itu sulit untuk dihindari. Bahkan bisa jadi tanpa
sadar kita sendiri pun yang melakukannya. Ingat materi Mimin pada
#MingguMenulis dua minggu lalu? Tentang plagiarisme.
Kembali ke tema. Meskipun beresiko, tapi
sebenarnya mengunggah hasil karya kita ke media online itu bermanfaat, loh
Ada banyak penulis terkenal di Indonesia
yang lahir dari platform menulis online tersebut. Bahkan tak jarang pula,
meskipun mereka sudah cukup populer, para penulis itu masih sering mengunggah
karya secara online. Mengapa mereka
lakukan hal itu? Salah satu alasannya adalah media online tersebut bisa jadi tempat untuk mengetes apakah cerita baru
yang mereka tulis dapat diterima oleh pembaca. Istilahnya tes pasar.
Manfaat lain yang juga bisa didapatkan
adalah kita bisa membangun rasa penasaran dan antisipasi pembaca terhadap
cerita tersebut. Kalian sering nggak kalau di toko buku lihat buku, bawaannya
ingin ngintip dahulu isinya baru putuskan untuk beli? Nah, fungsi tulisan yang
diunggah ke media daring seperti itu. Dengan pembaca mengetahui perkiraan apa
yang akan didapat di sana, ia lebih tidak terlalu takut kecewa setelah membeli.
Itu baru dari penulis yang sudah punya
nama. Bagaimana dengan penulis baru yang belum punya hasil tulisan diterbitkan?
Untuk calon-calon penulis tersebut, media
online itu juga merupakan sebuah media yang dapat dimanfaatkan. Dengan
penulis mengunggah tulisan ke media online,
mereka dapat menerima feedback
terhadap cerita yang ditulis. Dengan semakin sering orang memberikan umpan
balik seperti itu, secara perlahan kemampuan penulis pasti akan semakin terasah.
Tak hanya itu, kalian juga bisa mulai
untuk mendapuk nama kalian sebagai penulis di mata publik. Dengan semakin
banyak kalian bersosialisasi dalam dunia ini, tentu orang-orang akan mulai
memperhatikan kalian.
Bukan rahasia lagi bahwa saat ini banyak
penerbit cenderung untuk memilih menerbitkan penulis yang sudah punya
"nama". Hal ini tentu saja berkaitan dengan penjualan. Semakin
terkenal penulis maka semakin baik kemungkinan hasil penjualan. Itulah sebabnya
akhir-akhir ini marak terlihat novel-novel bertuliskan telah dibaca berjuta
kali di media A,B,C, dan sebagainya.
Nah, bagaimana menurut kalian? Apakah
masih anti untuk menunjukkan hasil karya kalian di media daring ini?
Sumber gambar: http://malp2010.com/wp-content/uploads/2016/05/menulis-di-media-online.png





0 comments:
Post a Comment