Saturday, September 3, 2016


Oleh : Three Friend in Winter

Halo, Sobat JO! Mimin kembali dengan rangkuman #MingguMenulis minggu lalu. Minggu lalu Mimin sempat membahas mengenai menulis di media online. Sebelum Mimin mulai, siapa yang aktif menulis di platform menulis online? Ya, seperti wattpad, blog, atau komunitas-komunitas menulis online lainnya.

Bagaimana pendapat kalian mengenai menulis di media online?

Kalau menurut orang-orang di sekitar Mimin, banyak yang merasa hal tersebut baik untuk dicoba. Apalagi sedang ngetren. Namun tidak sedikit pula yang merasa, "Kalian nggak sayang kah dengan naskah itu? Kan bisa dikirim ke penerbit, diterbitkan." Kedua pendapat tersebut tidak salah sih. Mengunggah tulisan ke dunia maya punya beberapa resiko yang kemungkinan bisa dialami oleh penulis tersebut.

Pertama, kemungkinan kalau tulisan tersebut dijiplak oleh orang lain kemudian tulisan dia diterbitkan. Oh tidak! Nyesek... Kemungkinan lainnya, bisa jadi kita selamat dari resiko tersebut. Tapi ada kekhawatiran lain yang membayang. Kalau misalnya tulisan itu sudah diunggah secara online, kemudian dikirim ke penerbit, dan diterima, ada yang akan beli nggak ya?

Hayo! Siapa di sini yang pernah merasakan kekhawatiran yang sama dengan yang Mimin sebutkan?

Kemungkinan plagiasi, di mana pun tentu mungkin saja terjadi. Hal itu sulit untuk dihindari. Bahkan bisa jadi tanpa sadar kita sendiri pun yang melakukannya. Ingat materi Mimin pada #MingguMenulis dua minggu lalu? Tentang plagiarisme.

Kembali ke tema. Meskipun beresiko, tapi sebenarnya mengunggah hasil karya kita ke media online itu bermanfaat, loh

Ada banyak penulis terkenal di Indonesia yang lahir dari platform menulis online tersebut. Bahkan tak jarang pula, meskipun mereka sudah cukup populer, para penulis itu masih sering mengunggah karya secara online. Mengapa mereka lakukan hal itu? Salah satu alasannya adalah media online tersebut bisa jadi tempat untuk mengetes apakah cerita baru yang mereka tulis dapat diterima oleh pembaca. Istilahnya tes pasar.

Manfaat lain yang juga bisa didapatkan adalah kita bisa membangun rasa penasaran dan antisipasi pembaca terhadap cerita tersebut. Kalian sering nggak kalau di toko buku lihat buku, bawaannya ingin ngintip dahulu isinya baru putuskan untuk beli? Nah, fungsi tulisan yang diunggah ke media daring seperti itu. Dengan pembaca mengetahui perkiraan apa yang akan didapat di sana, ia lebih tidak terlalu takut kecewa setelah membeli.

Itu baru dari penulis yang sudah punya nama. Bagaimana dengan penulis baru yang belum punya hasil tulisan diterbitkan? Untuk calon-calon penulis tersebut, media online itu juga merupakan sebuah media yang dapat dimanfaatkan. Dengan penulis mengunggah tulisan ke media online, mereka dapat menerima feedback terhadap cerita yang ditulis. Dengan semakin sering orang memberikan umpan balik seperti itu, secara perlahan kemampuan penulis pasti akan semakin terasah.

Tak hanya itu, kalian juga bisa mulai untuk mendapuk nama kalian sebagai penulis di mata publik. Dengan semakin banyak kalian bersosialisasi dalam dunia ini, tentu orang-orang akan mulai memperhatikan kalian.

Bukan rahasia lagi bahwa saat ini banyak penerbit cenderung untuk memilih menerbitkan penulis yang sudah punya "nama". Hal ini tentu saja berkaitan dengan penjualan. Semakin terkenal penulis maka semakin baik kemungkinan hasil penjualan. Itulah sebabnya akhir-akhir ini marak terlihat novel-novel bertuliskan telah dibaca berjuta kali di media A,B,C, dan sebagainya.

Nah, bagaimana menurut kalian? Apakah masih anti untuk menunjukkan hasil karya kalian di media daring ini?

Sumber gambar: http://malp2010.com/wp-content/uploads/2016/05/menulis-di-media-online.png


Tagged: ,

0 comments:

Post a Comment