Saturday, September 3, 2016


Oleh : Ixora

Materi #MalmingMenulis yang kali ini Mimin muat di dalam artikel adalah tentang Idealisme Penulis. Sepertinya berat ya kalau sudah menyangkut idealisme. Ih, belum tentu, lho. Kata idealisme dalam tulisan, membuat kita membayangkan tulisan-tulisan yang nyastra dan membuat dahi berkerut. Padahal, idealisme tidak hanya ranah tulisan sastra tapi lebih ke pesan baik apa yang hendak kita sampaikan dalam tulisan? Selain itu, sebesar apa sebuah tulisan bisa mempengaruhi? Seberapa besar jangkauan pembaca yang bisa diraih tulisan tersebut?

Banyak penulis yang akhirnya tidak menghasilkan tulisan apa-apa karena terlalu sibuk berpikir tentang idealismenya. Mereka berpikir kalau tulisannya selalu bertolak belakang dengan selera pasar sehingga pesimis untuk terus menulis. Penulis memiliki kebebasan untuk menyuarakan pesannya dalam bentuk tulisan. Jadi, jangan sampai kebebasan itu akhirnya terbelenggu hanya karena pemikiran mengenai apakah tulisan ini akan diterima oleh pasar atau tidak.

Menulis itu seharusnya membebaskan. Selain tentang kedalaman makna dan pesan yang akan disampaikan, idealisme penulis juga adalah tentang menulis sesuai selera. Nah, berikut Mimin akan share beberapa tips agar Sobat JO tidak berlarut-larut dalam pemikiran mengenai idealisme vs selera pasar.

Pertama, jadikan menulis sebagai sebuah kebutuhan. Jika ini sudah terjadi, maka menulis bukan lagi kita tujukan untuk mencari popularitas atau tujuan yang bersifat komersil melainkan karena kita ingin berbagi pesan, menyuarakan kegelisahan,dan juga bersenang-senang.

Kedua, menulislah sesuai selera kita, perkara selera kita akan sesuai dengan selera pasar atau tidak, itu urusan nanti. Yang penting selesaikan tulisan yang sesuai dengan selera kita. Tren dalam genre tulisan selalu berganti, tapi tulisan yang diciptakan dengan hati akan menemukan masanya sendiri.

Ketiga, berhenti menuntut kesempurnaan. Tentu kita menginginkan karya yg sempurna, tapi jika kita terus membebankan kesempurnaan dalam karya maka kemungkinannya sangat kecil untuk kita dapat segera menyelesaikan karya tersebut.

Keempat, mulailah mencari penerbit yang sesuai dengan tulisan kita untuk memperkecil resiko tulisan kita akan ditolak. Sekarang, hampir setiap penerbitan memiliki lini untuk genre yang cukup variatif. Hal ini memperluas peluang karya untuk menemukan 'rumahnya'.

Jadi, jangan terlalu terbebani dengan kekhawatiran bahwa idealisme dalam tulisan kita akan bertolak belakang dengan selera pasar. Satu-satunya yang harus segera kita lakukan adalah terus disiplin untuk menulis hingga menghasilkan karya-karya yang membawa kebaikan

Oh iya, salah satu karya yang lahir dari idealisme penulisnya adalah buku 'A Place You Belong' karya Nicco Machi. Buku ini adalah pemenang kedua lomba Way Back Home yang diadakan oleh penerbit Jendela O’ Publishing House. Jika kalian ingin mencari tahu sinopsisnya, bisa dibaca di sini.

Mimin sertakan juga link yang menceritakan  proses lahirnya buku tersebut langsung dari blog penulisnya di sini

Sumber gambar : https://en.wikipedia.org/wiki/Writer


Tagged: ,

0 comments:

Post a Comment