Oleh : Ixora
Materi #MalmingMenulis
yang kali ini Mimin muat di dalam artikel adalah tentang Idealisme Penulis. Sepertinya berat ya kalau sudah menyangkut
idealisme. Ih, belum tentu, lho. Kata idealisme dalam tulisan, membuat kita
membayangkan tulisan-tulisan yang nyastra dan membuat dahi berkerut. Padahal,
idealisme tidak hanya ranah tulisan sastra tapi lebih ke pesan baik apa yang
hendak kita sampaikan dalam tulisan? Selain itu, sebesar apa sebuah tulisan
bisa mempengaruhi? Seberapa besar jangkauan pembaca yang bisa diraih tulisan
tersebut?
Banyak penulis yang akhirnya tidak menghasilkan tulisan apa-apa karena
terlalu sibuk berpikir tentang idealismenya. Mereka berpikir kalau tulisannya
selalu bertolak belakang dengan selera pasar sehingga pesimis untuk terus menulis. Penulis memiliki kebebasan untuk menyuarakan pesannya dalam bentuk
tulisan. Jadi, jangan sampai kebebasan itu akhirnya terbelenggu hanya karena
pemikiran mengenai apakah tulisan ini akan diterima oleh pasar atau tidak.
Menulis itu seharusnya membebaskan. Selain tentang kedalaman makna dan
pesan yang akan disampaikan, idealisme penulis juga adalah tentang menulis
sesuai selera. Nah, berikut Mimin akan share beberapa tips agar Sobat JO tidak
berlarut-larut dalam pemikiran mengenai idealisme vs selera pasar.
Pertama, jadikan menulis sebagai sebuah kebutuhan. Jika ini
sudah terjadi, maka menulis bukan lagi kita tujukan untuk mencari popularitas atau
tujuan yang bersifat komersil melainkan karena kita ingin berbagi pesan,
menyuarakan kegelisahan,dan juga bersenang-senang.
Kedua, menulislah sesuai selera kita, perkara selera kita akan
sesuai dengan selera pasar atau tidak, itu urusan nanti. Yang penting selesaikan
tulisan yang sesuai dengan selera kita. Tren dalam genre tulisan selalu
berganti, tapi tulisan yang diciptakan dengan hati akan menemukan masanya
sendiri.
Ketiga, berhenti menuntut kesempurnaan. Tentu kita menginginkan
karya yg sempurna, tapi jika kita terus membebankan kesempurnaan dalam karya maka
kemungkinannya sangat kecil untuk kita dapat segera menyelesaikan karya
tersebut.
Keempat, mulailah mencari penerbit yang sesuai dengan tulisan
kita untuk memperkecil resiko tulisan kita akan ditolak. Sekarang, hampir
setiap penerbitan memiliki lini untuk genre yang cukup variatif. Hal ini
memperluas peluang karya untuk menemukan 'rumahnya'.
Jadi, jangan terlalu terbebani dengan kekhawatiran bahwa idealisme dalam
tulisan kita akan bertolak belakang dengan selera pasar. Satu-satunya yang
harus segera kita lakukan adalah terus disiplin untuk menulis hingga
menghasilkan karya-karya yang membawa kebaikan
Oh iya, salah satu karya yang lahir dari idealisme penulisnya adalah buku 'A Place You Belong' karya Nicco Machi.
Buku ini adalah pemenang kedua lomba Way Back Home yang diadakan oleh penerbit
Jendela O’ Publishing House. Jika kalian ingin mencari tahu sinopsisnya, bisa
dibaca di sini.
Mimin sertakan juga link yang menceritakan
proses lahirnya buku tersebut langsung dari blog penulisnya di sini
Sumber gambar : https://en.wikipedia.org/wiki/Writer





0 comments:
Post a Comment