Thursday, August 4, 2016



Oleh : Orchid

Hai, Sobat JO! Bagi kalian yang hari Minggu kemarin belum sempat menyimak #MingguMenulis, tenang saja, sudah Mimin rangkumkan kok, di sini! Yuk mari dibaca saja~

Jadi, temanya adalah plagiarisme. Apa itu plagiarisme? Plagiarisme adalah penjiplakan atau pengakuan atas karya orang lain oleh seseorang yang menjadikan karya tersebut sebagai karya ciptaannya.

Yang digolongkan sebagai plagiarisme adalah :
  1. Menggunakan tulisan milik orang lain tanpa memberikan tanda jelas. Misal, nih Sobat JO menemukan satu paragraf yang bagus di sebuah novel orang lain, terus ingin mencantumkannya ke ceritamu, Sobat JO harus memasukkan sumber yang jelas darimana kutipan paragraf tersebut. Karena kalau tidak, itu sudah tergolong plagiarisme, loh.
  2.  Mengambil gagasan orang lain tanpa memberikan anotasi yang cukup tentang sumbernya.
  3. Mengubah tulisan orang lain pada suatu bagian dengan kata-kata sendiri, lalu memublikasikannya atas nama sendiri.
 Nah, 3 diatas adalah ciri-ciri tulisan yang tergolong dalam plagiarisme.

Terus, karya seperti apa yang tidak termasuk plagiarisme?
1.      Menggunakan informasi yang berupa fakta umum.
2. Menuliskan kembali (dengan mengubah kalimat atau parafrase) opini orang lain dengan memberikan sumber jelas. Jadi, meskipun kita mengubah kalimat atau parafrase opini orang lain, kita harus menyebutkan sumber yang jelas.
3.   Mengutip secukupnya tulisan orang lain dengan memberikan tanda batas jelas bagian kutipan dan menuliskan sumbernya.

Plagiarisme sangat sering terjadi. Contoh kasusnya adalah Alex Haley dituntut oleh Harold Courlander karena sebagian novelnya, Roots dituduh meniru novel Courlander, The African. Dan Brown, penulis The Da Vinci Code, telah dituduh dan dituntut karena melakukan plagiarisme dua kali. Dan masih banyak kasus lain yang kalau Mimin sebutkan di sini, tidak akan cukup.

Kadang, plagiarisme bisa terjadi karena ketidaksengajaan. Loh, kok bisa, Min? Bisa. Misalnya saja si penulis kurang memahami aturan pengutipan gagasan orang lain atau kalimat orang lain. Selain itu, plagiarisme bisa terjadi karena kurangnya pelacakan sumber-sumber yang ada. Jadi, hati-hati ya Sobat JO!

Agar terhindar dari plagiarisme, Mimin akan memberikan tips.
Pertama, SERTAKAN SUMBER. Ini penting. Dan HARUS dilakukan. Kedua, Lakukan parafrase atau pengubahan kata. Jadi, tulisan yang akan kita publish tidak sama persis dengan tulisan yang dikutip. Dan yang terakhir adalah menggunakan aplikasi peretas plagiarisme. Misalnya CopyScape, VIPER, dan masih banyak lagi.

Oh iya, ngomong-ngomong soal plagiarisme, kadang ada yang tidak bisa membedakan terinspirasi dengan plagiarisme. Memang sih, plagiarisme dengan terinspirasi itu bedanya sangat tipis! Biar tidak pada salah paham soal plagiarisme dan terinspirasi, Mimin akan beri tahu perbedaannya.

Nih, Mimin beri penggambarannya ya, biar tidak bingung.
Ada tokoh Y dan Z. Nah, si Y sangat jago bermain musik. Suatu ketika Z melihat Y yang sedang bermain musik dan merasa kalau Y itu keren banget. Lalu Z jadi ingin juga bisa bermain musik sehingga dia mulai belajar bermain musik tapi dengan gaya yang berbeda. Akhirnya, si Z sekarang sudah jago bermain musik dan mengikuti jejak si Y. Ini namanya, tokoh Z terinspirasi dengan tokoh Y.

Mimin kasih satu contoh yang lebih gampang lagi, deh soal terinspirasi.
Misal Sobat JO lagi membaca novel yang ceritanya tentang persahabatan. Tapi persahabatan itu hancur karena dua orang sahabat itu saling jatuh cinta. Lalu, Sobat JO juga ingin membuat cerita seperti itu tapi beda tokoh, beda latar, beda alur, dan beda juga gaya tulisannya. Nah, itu yang disebut terinpirasi. Kalau plagiarisme, Sobat JO mengutip kalimat yang sama, karakternya sama, bahkan alurnya juga sama.

Sekarang sudah jelas, kan? Sekian dulu #MingguMenulis kali ini ya. Semoga bermanfaat :)

Sumber gambar : https://theofficela.files.wordpress.com/2016/07/screen-shot-2014-03-28-at-11-48-39-am.png


Tagged: ,

0 comments:

Post a Comment