Oleh : Orchid
Hai, Sobat
JO! Bagi kalian yang hari Minggu kemarin belum sempat menyimak #MingguMenulis,
tenang saja, sudah Mimin rangkumkan kok, di sini! Yuk mari dibaca saja~
Jadi,
temanya adalah plagiarisme. Apa itu plagiarisme? Plagiarisme adalah penjiplakan
atau pengakuan atas karya orang lain oleh seseorang yang menjadikan karya
tersebut sebagai karya ciptaannya.
Yang
digolongkan sebagai plagiarisme adalah :
- Menggunakan tulisan milik orang lain tanpa memberikan tanda jelas. Misal, nih Sobat JO menemukan satu paragraf yang bagus di sebuah novel orang lain, terus ingin mencantumkannya ke ceritamu, Sobat JO harus memasukkan sumber yang jelas darimana kutipan paragraf tersebut. Karena kalau tidak, itu sudah tergolong plagiarisme, loh.
- Mengambil gagasan orang lain tanpa memberikan anotasi yang cukup tentang sumbernya.
- Mengubah tulisan orang lain pada suatu bagian dengan kata-kata sendiri, lalu memublikasikannya atas nama sendiri.
Nah, 3
diatas adalah ciri-ciri tulisan yang tergolong dalam plagiarisme.
Terus, karya
seperti apa yang tidak termasuk plagiarisme?
1.
Menggunakan informasi yang berupa
fakta umum.
2. Menuliskan kembali (dengan mengubah
kalimat atau parafrase) opini orang lain dengan memberikan sumber jelas. Jadi,
meskipun kita mengubah kalimat atau parafrase opini orang lain, kita harus
menyebutkan sumber yang jelas.
3. Mengutip secukupnya tulisan orang
lain dengan memberikan tanda batas jelas bagian kutipan dan menuliskan
sumbernya.
Plagiarisme
sangat sering terjadi. Contoh kasusnya adalah Alex Haley dituntut oleh Harold
Courlander karena sebagian novelnya, Roots dituduh meniru novel Courlander, The
African. Dan Brown, penulis The Da Vinci Code, telah dituduh dan dituntut
karena melakukan plagiarisme dua kali. Dan masih banyak kasus lain yang kalau
Mimin sebutkan di sini, tidak akan cukup.
Kadang,
plagiarisme bisa terjadi karena ketidaksengajaan. Loh, kok bisa, Min? Bisa.
Misalnya saja si penulis kurang memahami aturan pengutipan gagasan orang lain atau
kalimat orang lain. Selain itu, plagiarisme bisa terjadi karena kurangnya pelacakan
sumber-sumber yang ada. Jadi, hati-hati ya Sobat JO!
Agar
terhindar dari plagiarisme, Mimin akan memberikan tips.
Pertama,
SERTAKAN SUMBER. Ini penting. Dan HARUS dilakukan. Kedua, Lakukan parafrase atau
pengubahan kata. Jadi, tulisan yang akan kita publish tidak sama persis dengan tulisan yang dikutip. Dan yang
terakhir adalah menggunakan aplikasi peretas plagiarisme. Misalnya CopyScape,
VIPER, dan masih banyak lagi.
Oh iya,
ngomong-ngomong soal plagiarisme, kadang ada yang tidak bisa membedakan terinspirasi
dengan plagiarisme. Memang sih, plagiarisme dengan terinspirasi itu bedanya sangat
tipis! Biar tidak pada salah paham soal plagiarisme dan terinspirasi, Mimin
akan beri tahu perbedaannya.
Nih, Mimin beri
penggambarannya ya, biar tidak bingung.
Ada tokoh Y
dan Z. Nah, si Y sangat jago bermain musik. Suatu ketika Z melihat Y yang sedang
bermain musik dan merasa kalau Y itu keren banget. Lalu Z jadi ingin juga bisa bermain
musik sehingga dia mulai belajar bermain musik tapi dengan gaya yang berbeda.
Akhirnya, si Z sekarang sudah jago bermain musik dan mengikuti jejak si Y. Ini
namanya, tokoh Z terinspirasi dengan tokoh Y.
Mimin kasih satu
contoh yang lebih gampang lagi, deh soal terinspirasi.
Misal Sobat
JO lagi membaca novel yang ceritanya tentang persahabatan. Tapi persahabatan
itu hancur karena dua orang sahabat itu saling jatuh cinta. Lalu, Sobat JO juga
ingin membuat cerita seperti itu tapi beda tokoh, beda latar, beda alur, dan
beda juga gaya tulisannya. Nah, itu yang disebut terinpirasi. Kalau plagiarisme,
Sobat JO mengutip kalimat yang sama, karakternya sama, bahkan alurnya juga
sama.
Sekarang
sudah jelas, kan? Sekian dulu #MingguMenulis kali ini ya. Semoga bermanfaat :)
Sumber gambar : https://theofficela.files.wordpress.com/2016/07/screen-shot-2014-03-28-at-11-48-39-am.png





0 comments:
Post a Comment