Oleh : Three Friend in Winter
Selamat malam, Sobat JO! Ada yang pernah membaca kalimat di atas?
YUP! Kalau ada yang senang dengan karya Ernest Hemingway, pasti tahu dengan
kalimat yang satu ini. Kalimat ini sering disangkutpautkan dengan Hemingway. Ini
adalah flashfiction. Kalimat yang
satu ini sering juga menjadi contoh cerita terpendek. Hanya berisi enam kata,
tapi di balik enam kata ini terdapat banyak cerita yang bisa ditangkap. Seperti ada apa dengan sepatu
bayi ini? Mengapa tidak pernah dipakai? Mengapa ingin dijual? dsb.
Nah, Sobat JO. Malam ini Mimin mau share tentang flash fiction. Ada yang tahu apa sih flash fiction itu?
Flash fiction, Mimin singkat sebagai FF saja, ya? FF ini adalah
sebuah gaya dalam penulisan fiksi. FF ini adalah karya fiksi yang sangat
singkat, bahkan lebih singkat daripada cerita pendek. Hingga saat ini belum ada
patokan maksimal jumlah kata yang pasti mengenai FF ini. Ada yang bilang paling
banyak 250 kata, ada juga yang bilang 1000 kata.
Di Indonesia sendiri ada banyak sebutan lain yang merujuk pada FF ini
seperti cerita mini alias cermin, fiksi mini, fiksi kilat, dsb.
Meskipun sangat singkat, tapi bukan berarti FF ini adalah penggalan cerita,
loh. FF punya pembukaan, punya inti cerita, dan punya penyelesaian. Ada
karakter, juga konflik.
Untuk membuat FF, kita harus memanfaatkan jumlah kata yang terbatas itu
dengan sebaik-baiknya. Setiap kata harus berarti. Tidak boleh bertele-tele.
Seperti twitter, hanya 140 karakter tapi
harus mewakili isi pikiran kita.
Menurut Mimin nih, FF ini punya potensi besar untuk membantu kita keluar
dari writer’s block. Kadang kita kan
pernah mengalami ‘ingin menulis sesuatu tapi kok mentok ya’. Kadang yang
terpikir hanya beberapa kalimat semacam writing
prompt. Ini jika kita tuliskan sebagai FF, bisa jadi dalam proses menulis
atau beberapa lama setelah menuliskan FF tersebut, cerita itu punya potensi
untuk dikembangkan.
Seperti nih, Mimin beri contoh. Sewaktu sedang riset untuk materi #MalmingMenulis
minggu ini Mimin menemukan FF yang menarik. Dua kalimat itu berbunyi sepert
ini: (Mimin terjemahkan menjadi Bahasa Indonesia)
Aku
menemukan surat wasiat bunuh diri ibuku. Tidak ada bunga, tidak ada alasan,
tidak ada apa pun.
Kalau Sobat JO membaca dua kalimat ini apa yang yang terbayang oleh kalian?
Share dong.
Kalau Mimin membaca dua kalimat ini jadi mulai memikirkan beberapa
kemungkinan untuk melanjutkan cerita. Seperti: Bagaimana perasaan tokoh ini
ketika menemukan itu? Apa yang akan dilakukan tokoh ‘aku’ ini menanggapi surat
wasiat tersebut? Mengapa sang Ibu bunuh diri?
Wah kalau dilanjutkan asumsi-asumi ini bisa sangat panjang.
Tapi ini bukti kan bahwa FF punya potensi besar untuk membantu kita mengatasi
kebuntuan saat menulis. Menulis FF itu punya tantangan sendiri. Dalam jumlah
kata yang terbatas, kita harus dapat memberikan inti cerita, konflik,
penyelesaian, dan akan lebih baik jika termasuk twist.
Nah, Sobat JO. Demikian #MalmingMenulis kali ini. Apabila ada Sobat JO yang
bisa membuat FF menarik, boleh ditulis di kolom komentar ya..
http://lydianetzer.blogspot.co.id/2013/04/how-to-write-science-fiction-flash.html





0 comments:
Post a Comment