Thursday, August 4, 2016

Oleh : Three Friend in Winter

Selamat malam, Sobat JO! Ada yang pernah membaca kalimat di atas?

YUP! Kalau ada yang senang dengan karya Ernest Hemingway, pasti tahu dengan kalimat yang satu ini. Kalimat ini sering disangkutpautkan dengan Hemingway. Ini adalah flashfiction. Kalimat yang satu ini sering juga menjadi contoh cerita terpendek. Hanya berisi enam kata, tapi di balik enam kata ini terdapat banyak cerita yang  bisa ditangkap. Seperti ada apa dengan sepatu bayi ini? Mengapa tidak pernah dipakai? Mengapa ingin dijual? dsb.

Nah, Sobat JO. Malam ini Mimin mau share tentang flash fiction. Ada yang tahu apa sih flash fiction itu?

Flash fiction, Mimin singkat sebagai FF saja, ya? FF ini adalah sebuah gaya dalam penulisan fiksi. FF ini adalah karya fiksi yang sangat singkat, bahkan lebih singkat daripada cerita pendek. Hingga saat ini belum ada patokan maksimal jumlah kata yang pasti mengenai FF ini. Ada yang bilang paling banyak 250 kata, ada juga yang bilang 1000 kata.

Di Indonesia sendiri ada banyak sebutan lain yang merujuk pada FF ini seperti cerita mini alias cermin, fiksi mini, fiksi kilat, dsb.

Meskipun sangat singkat, tapi bukan berarti FF ini adalah penggalan cerita, loh. FF punya pembukaan, punya inti cerita, dan punya penyelesaian. Ada karakter, juga konflik.

Untuk membuat FF, kita harus memanfaatkan jumlah kata yang terbatas itu dengan sebaik-baiknya. Setiap kata harus berarti. Tidak boleh bertele-tele. Seperti twitter, hanya 140 karakter tapi harus mewakili isi pikiran kita.

Menurut Mimin nih, FF ini punya potensi besar untuk membantu kita keluar dari writer’s block. Kadang kita kan pernah mengalami ‘ingin menulis sesuatu tapi kok mentok ya’. Kadang yang terpikir hanya beberapa kalimat semacam writing prompt. Ini jika kita tuliskan sebagai FF, bisa jadi dalam proses menulis atau beberapa lama setelah menuliskan FF tersebut, cerita itu punya potensi untuk dikembangkan.

Seperti nih, Mimin beri contoh. Sewaktu sedang riset untuk materi #MalmingMenulis minggu ini Mimin menemukan FF yang menarik. Dua kalimat itu berbunyi sepert ini: (Mimin terjemahkan menjadi Bahasa Indonesia)

 Aku menemukan surat wasiat bunuh diri ibuku. Tidak ada bunga, tidak ada alasan, tidak ada apa pun.

Kalau Sobat JO membaca dua kalimat ini apa yang yang terbayang oleh kalian? Share dong.

Kalau Mimin membaca dua kalimat ini jadi mulai memikirkan beberapa kemungkinan untuk melanjutkan cerita. Seperti: Bagaimana perasaan tokoh ini ketika menemukan itu? Apa yang akan dilakukan tokoh ‘aku’ ini menanggapi surat wasiat tersebut? Mengapa sang Ibu bunuh diri?

Wah kalau dilanjutkan asumsi-asumi ini bisa sangat panjang. Tapi ini bukti kan bahwa FF punya potensi besar untuk membantu kita mengatasi kebuntuan saat menulis. Menulis FF itu punya tantangan sendiri. Dalam jumlah kata yang terbatas, kita harus dapat memberikan inti cerita, konflik, penyelesaian, dan akan lebih baik jika termasuk twist.


Nah, Sobat JO. Demikian #MalmingMenulis kali ini. Apabila ada Sobat JO yang bisa membuat FF menarik, boleh ditulis di kolom komentar ya.. 

http://lydianetzer.blogspot.co.id/2013/04/how-to-write-science-fiction-flash.html

Tagged: ,

0 comments:

Post a Comment