Monday, December 7, 2015

Oleh: Three Friends in Winter

Selamat berawal pekan, Sobat JO. Di hari Senin seperti ini, kalian pasti memulai dengan semangat, kan? Memulai hari dengan semangat itu penting! Mimin kali ini datang untuk memberikan ringkasan materi #MalmingMenulis yang diadakan pada hari Sabtu kemarin. 

Tema minggu lalu adalah: Membuat Sinopsis. 

Beberapa waktu lalu JOPH baru selesai menggelar lomba menulis bertajuk #WayBackHome nih. Sudah baca pengumuman pemenang, kan? Yang sudah membaca artikel pengumuman pasti tahu dong, curcolan JO team sepanjang masa penjurian?

Yup, banyak sekali penulis yang tidak menyertakan sinopsis dalam e-mail. Kalau pun ada, itu pun tidak sesuai. Tidak sedikit juga yang salah mengirimkan blurb sebagai sinopsis. 

Di sini, masih ada yang tidak paham dengan perbedaan blurb dan sinopsis, kah? Blurb adalah penjelasan singkat di sampul belakang buku yang sudah terbit. Tujuannya untuk menarik minat pembaca (pembeli). Blurb biasanya dibuat semenarik mungkin dan membuat penasaran. Sinopsis tentu saja juga harus menarik, tapi tujuannya sedikit berbeda. Sinopsis bertujuan menarik editor untuk memilih naskahmu. 

Jadi, bagaimana sih cara membuat sinopsis agar naskahmu dilirik penerbit?

Berikut Mimin akan  memberi tips-tips untuk membuat sinopsis yang ditujukan kepada penerbit:

1. Sinopsis itu tidak perlu memakai bahasa yang berbunga-bunga. Pakailah bahasa yang lugas dan to the point.
2. Tidak perlu memasukan opini, pendapat, kesan pesan seperti: Ini adalah cerita yang unik, menarik, dan belum pernah ada sebelumnya... bla bla... 
3. Tidak perlu juga membuat kalimat-kalimat yang menggantung untuk menarik rasa penasaran editor seperti: Bagaimana kelanjutannya? Simak dalam naskah ini. 
Tujuan penerbit meminta disertakan sinopsis adalah agar editor dapat memahami keseluruhan cerita sebelum ia membaca lebih detil mengenai naskah. Ini juga agar pekerjaan editor bisa lebih efektif. 


Nah, itu tadi tips dasar, sekarang Mimin akan memberitahu apa saja yang harus ada dalam sinopsismu.

1. Ide dasar 
Penulis wajib memahami ide dasar naskah yang ia tulis. Sederhanakan idemu menjadi sebuah kalimat. Ini adalah yang kita sebut sebagai premis, hindari deskripsi yang berbunga-bunga. Daripada membuat deskripsi, sebuah novel perjalanan mencari arti hidup bla... bla... Lebih baik langsung saja tulis: tentang seorang pemuda yang melakukan perjalanan dari Jakarta mendaki puncak Mahameru bla... bla...

2. Inti konflik
Jelaskan inti konflik dari ceritamu. Jika perlu ceritakan per bab, tapi setiap bab cukup satu paragraf singkat saja. Sebutkan peristiwa-peristiwa yang penting dalam mendukung alur ceritamu. Jika ingin memasukkan dialog, cukup beberapa saja yang signifikan. 

Walau ringkas, sinopsis harus memuat awal-akhir dari ceritamu.  Perlu diingat, meskipun sinopsis adalah ringkasan, kita perlu mempertimbangkan prinsip sebab-akibat. Ringkas bukan berarti sulit dimengerti. Perhatikan alur penjelasanmu dengan baik, dan pastikan itu logis. :)

3. Tokoh cerita
Tidak ada cerita tanpa tokoh, bukan? Maka dari itu, tampilkan seluruh tokoh yang ada dalam ceritamu, dan apa peran mereka masing-masing dalam cerita. Siapa tokoh protagonis, antagonis, pendukung, dll.

4. Masalah dan tantangan
Jika tidak ada konflik, maka sebuah cerita tidak akan bermula. Sebuah cerita pasti memiliki sebuah masalah yang harus dihadapi oleh tokoh utama. Tunjukan apa masalah tokoh utama dan tantangannya dalam menyelesaikan hal tersebut dalam ceritamu.

5. Penyelesaian konflik

Perlihatkan bagaimana konflik dipecahkan dan diakhiri. Seperti yang Mimin sebutkan diawal, bongkar semua dalam sinopsis. Jangan ada rahasia di antara kita  editor dan calon penulis. Kalimat-kalimat menggantung seperti Apakah si A bisa mencapai tujuannya? Simak dalam naskah. Itu tidak perlu. Tulis saja, A akhirnya berhasil mencapai  tempat yang diinginkan. 

Nah, setelah itu semua kamu lakukan, hal terakhir yang harus kalian pastikan adalah sinopsis harus tetap menarikIngat, yang membaca sinopsis itu adalah editor yang akan memutuskan untuk menerima naskahmu atau tidak. Tujuan sinopsis adalah untuk merayu editor agar meneliti naskahmu lebih detil. Sinopsis adalah gerbang pertamamu untuk melakukannya. Caramu mempresentasikan naskah sangat mempengaruhi. Ringkas juga bukan berarti tidak menarik untuk dibaca. :)

Pusing ya? Sinopsis harus ringkas, logis, juga menarik. Belum lagi ratusan halaman itu harus kamu ringkas dalam 1-2 halaman saja, dan itu harus menyertakan awal hingga akhir. Jika penulis paham benar dengan apa yang ingin ia katakan dalam naskah, tentu penulis tahu apa kelebihan dari naskahnya. 

Maka dari itu, pahami premis ceritamu, siapa tokohnya, apa konfliknya, dan bagaimana penyelesaian ceritanya. 


Sekian dulu #MalmingMenulis, semoga bisa diterapkan untuk naskah-naskah kalian berikutnya, ya. Semangat menulis!

Tagged: , ,

0 comments:

Post a Comment