Oleh: Orchid dan Ixora
Selamat malam, Sobat JO!
Untuk kalian yang ketinggalan #MalmingMenulis kemarin, JO Team sudah menyiapkan
rangkumannya untuk kalian. Yuk, disimak.
Dalam sebuah buku, judul
memegang peranan yang sangat penting. Apa, sih yang kalian lihat pertama kali
saat akan membeli novel? Pasti judul, bukan? Tentu saja judul yang menarik akan
membuat pembaca tertarik untuk membeli dan membaca novelmu.
Bagi sebuah perusahaan
penerbitan, judul dan paragraf pembuka yang menarik tentu saja akan memiliki
daya tarik tersendiri. Lalu, judul seperti apa yang disebut menarik? Mari kita
bahas satu persatu:
1.
Judul tidak boleh menggambarkan seluruh isi cerita. Apalagi jika
itu menyangkut ending cerita. Misalkan: Cinta Tak Terbalas, Friendzone.
2.
Judul harus mudah diingat. Gunakan kata atau kalimat yang pendek
untuk judul agar mudah diingat.
3.
Judul tidak boleh membosankan.
Nah, untuk membuat judul
yang menarik, bagaimana caranya, Min? Berikut tipsnya:
·
Judul bisa diambil dari nama orang atau nama tempat yang
berhubungan dengan novelmu. Misalnya: Jurrassic Park, Cold Mountain, Mystic
River.
·
Kamu juga bisa memplesetkan ungkapan yang sedang populer. Cari
tahu kata atau ungkapan yang sedang ngetren akhir-akhir ini. Contohnya: Baper;
Bawa Perasaan.
·
Sobat JO juga bisa mengambil satu kata keren dari novelmu untuk
dijadikan judul. Misal: Brisingr, Nocturnal, Divergent.
·
Menggabungkan dua kata menjadi satu kesatuan yang unik.
Misalnya: Rectoverso, MaMiMoMa, Belanglicious.
·
Menggunakan satu kalimat panjang asalkan mudah diingat dan
menggoda, juga tidak masalah. Contoh: Daun yang Jatuh Tidak Akan Pernah
Membenci Angin, 10 Things to Do Before I Die.
·
Menyusun kata-kata yang membuat orang penasaran dan
bertanya-tanya. Contohnya: Knocked Out By Nunga Nunga.
·
Judul juga bisa aktivitas yang dilakukan dalam novelmu. Contoh:
Finding Nemo, Waiting to Exhale.
Seringkali, penulis
menemukan judul yang sama dipakai oleh beberapa buku, sebenarnya tidak masalah
selama kontennya menarik, contohnya buku Ayah-nya Irfan Hamka dan Ayah-nya
Andrea Hirata. Karena memang isinya sama-sama bagus, walaupun judulnya sama,
tetap saja keduanya diterima oleh masyarakat. Tapi, tentu saja jika kalian
memiliki sebuah naskah, usahakan jangan memiliki judul yang sama dengan buku
yang sudah beredar di pasaran agar tetap memiliki nilai lebih dan keunikan
sendiri. Oiya, sering-sering juga main ke toko buku untuk melihat judul buku
yang sedang beredar ya, sehingga referensi kata kita lebih banyak dan
menghindari pemakaian judul yang sama karena ketidaktahuan kita.
Mengenai pemilihan
bahasa dalam pemakaian judul, sesuaikan saja dengan isi naskah. Bahasa apa
yang lebih cocok dan 'ear catching' karena ini masalah selera.
Nah, sekian rangkuman
#MalmingMenulis. Semoga bermanfaat dan selamat membaca.
Sumber gambar: http://www.indonesiancyberarmy.com/wp-content/uploads/2014/02/title.jpg





0 comments:
Post a Comment