Tuesday, December 1, 2015


Oleh: Orchid dan Ixora

Selamat malam, Sobat JO! Untuk kalian yang ketinggalan #MalmingMenulis kemarin, JO Team sudah menyiapkan rangkumannya untuk kalian. Yuk, disimak.

Dalam sebuah buku, judul memegang peranan yang sangat penting. Apa, sih yang kalian lihat pertama kali saat akan membeli novel? Pasti judul, bukan? Tentu saja judul yang menarik akan membuat pembaca tertarik untuk membeli dan membaca novelmu.

Bagi sebuah perusahaan penerbitan, judul dan paragraf pembuka yang menarik tentu saja akan memiliki daya tarik tersendiri. Lalu, judul seperti apa yang disebut menarik? Mari kita bahas satu persatu:
1.    Judul tidak boleh menggambarkan seluruh isi cerita. Apalagi jika itu menyangkut ending cerita. Misalkan: Cinta Tak Terbalas, Friendzone.
2.    Judul harus mudah diingat. Gunakan kata atau kalimat yang pendek untuk judul agar mudah diingat.
3.    Judul tidak boleh membosankan.

Nah, untuk membuat judul yang menarik, bagaimana caranya, Min? Berikut tipsnya:
·         Judul bisa diambil dari nama orang atau nama tempat yang berhubungan dengan novelmu. Misalnya: Jurrassic Park, Cold Mountain, Mystic River.
·         Kamu juga bisa memplesetkan ungkapan yang sedang populer. Cari tahu kata atau ungkapan yang sedang ngetren akhir-akhir ini. Contohnya: Baper; Bawa Perasaan.
·         Sobat JO juga bisa mengambil satu kata keren dari novelmu untuk dijadikan judul. Misal: Brisingr, Nocturnal, Divergent. 
·         Menggabungkan dua kata menjadi satu kesatuan yang unik. Misalnya: Rectoverso, MaMiMoMa, Belanglicious. 
·         Menggunakan satu kalimat panjang asalkan mudah diingat dan menggoda, juga tidak masalah. Contoh: Daun yang Jatuh Tidak Akan Pernah Membenci Angin, 10 Things to Do Before I Die.
·         Menyusun kata-kata yang membuat orang penasaran dan bertanya-tanya. Contohnya: Knocked Out By Nunga Nunga. 
·         Judul juga bisa aktivitas yang dilakukan dalam novelmu. Contoh: Finding Nemo, Waiting to Exhale.

Seringkali, penulis menemukan judul yang sama dipakai oleh beberapa buku, sebenarnya tidak masalah selama kontennya menarik, contohnya buku Ayah-nya Irfan Hamka dan Ayah-nya Andrea Hirata. Karena memang isinya sama-sama bagus, walaupun judulnya sama, tetap saja keduanya diterima oleh masyarakat. Tapi, tentu saja jika kalian memiliki sebuah naskah, usahakan jangan memiliki judul yang sama dengan buku yang sudah beredar di pasaran agar tetap memiliki nilai lebih dan keunikan sendiri. Oiya, sering-sering juga main ke toko buku untuk melihat judul buku yang sedang beredar ya, sehingga referensi kata kita lebih banyak dan menghindari pemakaian judul yang sama karena ketidaktahuan kita.

Mengenai pemilihan bahasa dalam pemakaian judul,  sesuaikan saja dengan isi naskah. Bahasa apa yang lebih cocok dan 'ear catching' karena ini masalah selera.

Nah, sekian rangkuman #MalmingMenulis. Semoga bermanfaat dan selamat membaca.

Sumber gambar: http://www.indonesiancyberarmy.com/wp-content/uploads/2014/02/title.jpg


Tagged: ,

0 comments:

Post a Comment