Oleh : Orchid
Hai,
Sobat JO! Bagi kalian yang kemarin tidak sempat untuk menyimak #MalmingMenulis,
tenang aja yap, karena Mimin dengan baik hati sudah merangkum tweet #MalmingMenulis kemarin. Yuk
langsung saja disimak.
#MalmingMenulis
kemarin, Mimin membahas “Cara Menjaga Suspense”.
Apa itu suspense? Suspense adalah teknik atau gaya
bercerita untuk menciptakan ketegangan dan ketidakpastian di benak pembaca.
Pernahkah
Sobat JO menyelesaikan satu novel dalam waktu beberapa jam karena penasaran?
Nah, itu berarti novel tersebut memiliki kadar suspense yang tinggi. Suspense
sendiri timbul karena pembaca menyadari adanya ketidakpastian yang sedang
menimpa tokoh. Atau karena pembaca merasa belum terpuaskan dengan cerita yang
ada sehingga pembaca merasa penasaran. Misal saja, pembaca ingin si tokoh A
jadian dengan tokoh B. Tapi sampai halaman 150, kedua tokoh tersebut masih
belum juga jadian. Hal itu tentu saja akan membuat pembaca penasaran.
Nah,
lalu bagaimana cara kita sebagai penulis, dapat menciptakan suspense? Salah satu teknik untuk menimbulkan
suspense adalah teknik foreshadowing.
Foreshadowing? Apa itu? Teknik foreshadowing adalah teknik menampilkan
peristiwa-peristiwa masa depan pada saat ini secara tidak langsung. Jadi, foreshadowing itu semacam tanda-tanda
bahwa di masa depan, si tokoh akan mengalami suatu peristiwa besar.
Ada
tiga faktor yang diperlukan untuk memunculkan ketegangan. Yang pertama adalah
membuat pembaca merasa empati dengan si tokoh dalam cerita. Caranya adalah
dengan menggambarkan luka, keinginan, atau perjuangan yang dialami oleh tokoh
tersebut. Faktor yang kedua adalah perhatian pembaca. Jadi, kita harus bisa menarik
perhatian pembaca terhadap si tokoh. Cara
mendapatkan perhatian pembaca adalah dengan memasukkan; apa yang tokoh inginkan (Cinta, kebebasan, dll), bagaimana cara si tokoh mendapatkan keinginan
itu, dan apa konsekuensi yang terjadi jika si tokoh tidak mendapatkan
keinginan itu. Dan faktor yang terakhir adalah adanya bahaya yang mengancam tokoh
tersebut. Selanjutnya adalah biarkan tokoh menceritakan pada
pembaca soal apa yang ia rencanakan.
Untuk
menimbulkan ketegangan, tambahkan deadline
pada tokoh tersebut. Maksudnya, Min? Kalian tentu tahu cerita Cinderela, kan?
Diceritakan bahwa pada jam 12 malam, Cinderela harus sudah kembali ke rumahnya.
Cinderela bergegas menuruni tangga istana saat ia menyadari jam dinding
berdentang. Pangeran memanggil. Si Putri Cantik tak perduli. Satu sepatunya
terlepas, ia ingin mengambilnya, tapi sudah tak ada waktu lagi. Ia terus
berlari. Tengah malam sebentar lagi. Bahkan dengan adanya batasan waktu, sebuah
dongeng bisa menjadi tegang.
Cara
lainnya adalah dengan membuat masalah baru ketika masalah si tokoh baru saja
selesai. Kalau bisa, buatlah masalah yang lebih besar dari sebelumnya. Itu akan
membuat pembaca penasaran dan meneruskan membaca karyamu. Seperti dalam novel Satu
Mata Panah pada Kompas yang Buta karya Suarcani, ketegangan demi ketegangan timbul
di sepanjang cerita sehingga akan membuat pembaca penasaran untuk membaca
hingga halaman terakhir.
Sumber
gambar: https://www.suspensefestival.com/wp-content/uploads/2015/07/suspensehead3.png





0 comments:
Post a Comment