Tuesday, July 12, 2016


Oleh : Orchid

Hai, Sobat JO! Bagi kalian yang kemarin tidak sempat untuk menyimak #MalmingMenulis, tenang aja yap, karena Mimin dengan baik hati sudah merangkum tweet #MalmingMenulis kemarin. Yuk langsung saja disimak.

#MalmingMenulis kemarin, Mimin membahas “Cara Menjaga Suspense”. Apa itu suspense? Suspense adalah teknik atau gaya bercerita untuk menciptakan ketegangan dan ketidakpastian di benak pembaca.

Pernahkah Sobat JO menyelesaikan satu novel dalam waktu beberapa jam karena penasaran? Nah, itu berarti novel tersebut memiliki kadar suspense yang tinggi. Suspense sendiri timbul karena pembaca menyadari adanya ketidakpastian yang sedang menimpa tokoh. Atau karena pembaca merasa belum terpuaskan dengan cerita yang ada sehingga pembaca merasa penasaran. Misal saja, pembaca ingin si tokoh A jadian dengan tokoh B. Tapi sampai halaman 150, kedua tokoh tersebut masih belum juga jadian. Hal itu tentu saja akan membuat pembaca penasaran.

Nah, lalu bagaimana cara kita sebagai penulis, dapat menciptakan suspense? Salah satu teknik untuk menimbulkan suspense adalah teknik foreshadowing. Foreshadowing? Apa itu? Teknik foreshadowing adalah teknik menampilkan peristiwa-peristiwa masa depan pada saat ini secara tidak langsung. Jadi, foreshadowing itu semacam tanda-tanda bahwa di masa depan, si tokoh akan mengalami suatu peristiwa besar.

Ada tiga faktor yang diperlukan untuk memunculkan ketegangan. Yang pertama adalah membuat pembaca merasa empati dengan si tokoh dalam cerita. Caranya adalah dengan menggambarkan luka, keinginan, atau perjuangan yang dialami oleh tokoh tersebut. Faktor yang kedua adalah perhatian pembaca. Jadi, kita harus bisa menarik perhatian pembaca  terhadap si tokoh. Cara mendapatkan perhatian pembaca adalah dengan memasukkan; apa yang tokoh inginkan (Cinta, kebebasan, dll), bagaimana cara si tokoh mendapatkan keinginan itu, dan apa konsekuensi yang terjadi jika si tokoh tidak mendapatkan keinginan itu. Dan faktor yang terakhir adalah adanya bahaya yang mengancam tokoh tersebut. Selanjutnya adalah biarkan tokoh menceritakan pada pembaca soal apa yang ia rencanakan.

Untuk menimbulkan ketegangan, tambahkan deadline pada tokoh tersebut. Maksudnya, Min? Kalian tentu tahu cerita Cinderela, kan? Diceritakan bahwa pada jam 12 malam, Cinderela harus sudah kembali ke rumahnya. Cinderela bergegas menuruni tangga istana saat ia menyadari jam dinding berdentang. Pangeran memanggil. Si Putri Cantik tak perduli. Satu sepatunya terlepas, ia ingin mengambilnya, tapi sudah tak ada waktu lagi. Ia terus berlari. Tengah malam sebentar lagi. Bahkan dengan adanya batasan waktu, sebuah dongeng bisa menjadi tegang.

Cara lainnya adalah dengan membuat masalah baru ketika masalah si tokoh baru saja selesai. Kalau bisa, buatlah masalah yang lebih besar dari sebelumnya. Itu akan membuat pembaca penasaran dan meneruskan membaca karyamu. Seperti dalam novel Satu Mata Panah pada Kompas yang Buta karya Suarcani, ketegangan demi ketegangan timbul di sepanjang cerita sehingga akan membuat pembaca penasaran untuk membaca hingga halaman terakhir.


Sumber gambar: https://www.suspensefestival.com/wp-content/uploads/2015/07/suspensehead3.png

Tagged: ,

0 comments:

Post a Comment