Monday, September 26, 2016

Oleh : Ixora

#MingguMenulis yang lalu telah membahas tentang menulis biografi. Nah, berikut artikelnya ya.

Ada yang sudah pernah menulis biografi? Sebelum mulai membahas mengenai menulis biografi, kita simak dulu, yuk, pengertian biografi.

Biografi secara sederhana dapat dikatakan sebagai sebuah kisah hidup seseorang. Bisa sangat singkat, bisa juga sangat panjang. Kisah hidup seseorang yang ditulis sendiri disebut autobiografi. Kita akan membahas tentang autobiografi di kesempatan yang lain. Biografi ditulis seizin tokoh yang bersangkutan atau tidak seizin tokoh yang bersangkutan (biasanya karena tokoh telah wafat). Nah, apakah ada seseorang di luar sana yang menarik dan kamu kagumi? Mengapa tidak menulis biografi tentang mereka?

Biografi menawarkan kesempatan dan keleluasaan lebih banyak dari yang penulis bisa bayangkan. Tapi tentu kalian banyak pertanyaan mengenai bagaimana memulainya, kan? Berikut Mimin akan menjelaskan beberapa tips-tips untuk mulai menulis mengenai biografi seseorang. 

Pertama, pilih tokoh yang akan kamu tulis. Ajukan beberapa pertanyaan penting antara lain apakah informasi yang kita miliki cukup untuk menulis tentang tokoh tersebut? Apakah tokoh tersebut telah memiliki buku biografi yang beredar di pasaran? Jika sudah, bagaimana caranya agar kita bisa menawarkan hal yang berbeda? Apa yang menarik tentang tokoh tersebut? Hal yang paling menarik belum tentu mengenai apa yang tokoh tersebut lakukan, bisa jadi adalah mengapa tokoh tersebut melakukan sesuatu. Rintangan apa yang telah dia lalui dan bagaimana dia menghadapi tantangan-tantangan dalam hidupnya? Dan pertanyaan paling penting berikutnya adalah, siapa yang akan menjadi pembaca bukumu?

Kedua, rencanakan bentuk tulisanmu. Ini adalah hal yang vital dan akan banyak menghabiskan energi. Tapi satu hal yang harus diingat oleh penulis biografi dan merupakan hal yang juga paling sering dilupakan adalah fakta bahwa mereka sedang menulis tentang cerita kehidupan seseorang, bukan sedang menulis tentang detail kronologi kumpulan kejadian. Kehidupan yang menarik adalah hasil dari sebuah cerita yang baik. Detail yang membosankan akan merusak cerita yang hendak kamu sampaikan. Detail-detail yang membosankan yang memang harus ditulis karena berhubungan dengan kronologi kehidupan tokoh tersebut, dapat diselipkan dalam momen-momen menarik sehingga tidak membuat pembaca jemu.

Ketiga, mulai melakukan riset. Riset dibutuhkan untuk mendapatkan informasi yang tepat dan akurat tentang tokoh tersebut. Tidak ada riset yang mudah. Riset akan banyak menghabiskan waktu, uang, dan energi jadi harus direncanakan dengan matang. Tentu banyak orang saat ini yang menjadikan internet sebagai sumber informasi, tapi kita tidak bisa menyandarkan keakuratan informasi hanya kepada internet. Sumber-sumber informasi lain yang justru lebih akurat adalah melalui wawancara dengan tokoh tersebut (jika masih hidup), dengan teman-teman dekat dan keluarganya, surat-surat, kliping koran, bahkan buku harian. 

Terakhir, mulai menuliskannya. Akan ada banyak kendala saat memulainya. Banyak yang akan memulai biografi dengan awal kelahiran si tokoh tapi itu akan sangat membosankan karena sudah terlalu sering diulang. Mulailah cerita dengan sesuatu yang baru. Ingat, pembukaan yang baik akan menentukan apakah buku kita akan ditinggalkan pembaca di halaman-halaman awal, atau akan terus dibaca. 

Menulis biografi lebih dari sekedar merekam fakta-fakta kehidupan. Biografi yang baik membuat seseorang terus hidup, mengabadikan pencapaian-pencapaiannya, dan memberi pesan baik bagi pembacanya. Menulislah tentang seseorang yang benar-benar kamu suka atau orang yang akan kamu sukai. Itu akan membuat pembaca ikut menyukainya. Tapi ingat, tidak semua orang yang menarik memiliki kehidupan yang menarik, jadi kamu harus memilah detail-detail kehidupan mana yang akan kamu tulis untuk membuat pembacamu bertahan membaca tulisanmu hingga halaman terakhir. Ingat, kebanyakan pembaca tidak peduli pada tanggal-tanggal bersejarah dari kehidupan tokoh di tulisanmu. Pembaca akan lebih mudah mengingat gaya bicara, kisah-kisah insipratif dan menyentuh dari tokoh tersebut. Jadi, jangan gunakan pengetahuanmu untuk bercerita dengan gaya yang terlalu kaku dan tidak menyentuh.

Nah, apa Sobat JO pernah membaca buku biografi yang menarik? Jika ya, boleh share reviewnya di kolom komentar ya. Sekian dulu artikel tentang #MingguMenulis kali ini dan semoga bermanfaat ya, Sobat JO!

Sumber gambar : http://agvnk-0n3.blogspot.co.id/2012/07/pengertian-biografi.html

Oleh: Edelweiss
Halo, Sobat JO! Mimin akan share artikel untuk kalian yang kemarin belum sempat menyimak materi #MingguMenulis di lini masa akun twitter JOPH, nih!
Sobat JO, kalau kalian suka menulis, pasti pernah dong tidak sengaja mendapat sebuah ide bagus saat membaca—entah itu koran, buku fiksi, buku nonfiksi, dan jenis bacaan lain. Tiba-tiba di kepala kalian akan terlintas sebuah ide seperti cerita berkaitan dengan hal yang kalian baca.
Ah, tapi biasanya ide yang muncul itu selalu mainstream alias sudah banyak dipakai dan klise. Nah, bagaimana, sih, agar kita bisa membuat ide mainstream yang muncul itu terasa original walaupun sebenarnya tidak ada yang benar-benar original di zaman sekarang.
Berikut, Mimin akan share tips-tipsnya :
1.      Think Outside the Box
Ini dia yang  menjadi inti dari keseluruhan materi ini. Yang terpenting bagi kita saat membuat karya adalah membuat orang tertarik. Bagaimana caranya? Berpikirlah berbeda dari orang-orang biasa. Ketika orang lain berpikiran bola itu bundar, mengapa kalian tidak berandai-andai kalau bola itu kotak?
Untuk mendapatkan ide hal-hal yang tidak biasa, kita juga harus berpikir berbeda dari orang lain. Meskipun itu sebuah ide yang klise dan biasa, lakukan sesuatu dengan ide tersebut sehingga ide itu jauh dari kata biasa. Coba berpikir keluar dari kotaknya, atau bahkan kalian berpikir seakan tidak ada kotak. Tidak terbatas.
2.      Padukan Hal-hal yang Tidak Biasa
Hujan, kopi, senja, apa lagi? Hal-hal itu tampaknya sudah menjadi pokok bahasan yang amat wajar. Kita sudah sering mendengar kisah tentang hujan. Begitu pula kopi, senja, dan hal-hal lain yang sering ditulis. Namun, mengapa kita tidak mencoba memadukan hal-hal biasa itu dengan hal lain yang tidak dibayangkan orang lain.
Misal saja kita memadukan antara hujan dengan roti. Terdengar dua kata itu jarang bersanding bersama.
Nah, setelah memadukan begitu, nanti kita mencari hubungan keduanya. Misalkan, pada saat hujan ada seorang anak kecil yang kelaparan di jalan. Sayangnya ia tidak memiliki cukup uang untuk membeli roti di toko yang menjadi tempat berteduhnya. Ceritakan berbagai konflik yang terjadi.
Terus kembangkan dua hal yang tidak biasa itu, buat keduanya menyatu dalam sebuah cerita. Mungkin memang terasa aneh ketika kamu memakan nasi dengan saus saja, tetapi ketika kamu menambahkan dengan hal lain itu tidak akan terasa aneh sama sekali.
3.      Lihat dari Sudut Pandang yang Berbeda
Ini salah satu cara agar kita berpikir out of the box, lihat dari sudut pandang yang berbeda. Untuk mendapatkan ide yang tidak biasa, kita harus melihat dari sisi yang tidak biasa. Lihat dari sisi-sisi lain yang mungkin belum terjamah orang lain. Siapa tahu kamu akan mendapat hal-hal yang luar biasa.
Terkadang, bunga yang indah berada di tempat yang tersembunyi.
4.      Berikan Pengemasan yang Jarang dan Menarik
Ide klise mungkin bukan sebuah masalah yang membuat ceritamu membosankan. Itu mungkin justru tidak berpengaruh sama sekali jika kamu menyajikannya dengan teknik yang jarang dipakai. Ide kalian yang klise akan terasa tidak biasa ketika kalian memberikan penyajian yang tepat dan menarik hati.
Seringkali, yang menjadi ujung tombak karya kita bukan idenya. Namun, bagaimana cara kita menyajikan ide tersebut kepada pembaca.
5.      Poles Sana Poles Sini
Ketika menemukan sebuah ide yang klise, jangan dulu kalian buang karena merasa itu terlalu biasa dan mainstream. Kalian bisa coba untuk memolesnya di mana-mana. Buat supaya ide itu tidak terlihat klise lagi. Seperti kue tart, mungkin akan biasa saja jika kita tidak menambahkan krim atau hiasan apapun. Namun, lihat, bukankah mereka tampak cantik dan tidak biasa setelah kita menghiasnya? Terkadang sebuah polesan sederhana tapi tepat akan membuat ide yang biasa menjadi cukup istimewa.
Nah, sepertinya cukup itu dulu tips dari Mimin mengenai cara mengolah ide yang mainstream menjadi terasa original buatan kalian sendiri. Jika, kalian ada tips yang lain, boleh bantu share di kolom komentar ya. Selamat menulis, Sobat JO! Sampai jumpa di lain waktu.

Sumber gambar: http://zootodays.blogspot.co.id/2013/03/ciri-ciri-kaset-dvd-vcd-yang-original.html

Saturday, September 3, 2016


Oleh : Ixora

Materi #MalmingMenulis yang kali ini Mimin muat di dalam artikel adalah tentang Idealisme Penulis. Sepertinya berat ya kalau sudah menyangkut idealisme. Ih, belum tentu, lho. Kata idealisme dalam tulisan, membuat kita membayangkan tulisan-tulisan yang nyastra dan membuat dahi berkerut. Padahal, idealisme tidak hanya ranah tulisan sastra tapi lebih ke pesan baik apa yang hendak kita sampaikan dalam tulisan? Selain itu, sebesar apa sebuah tulisan bisa mempengaruhi? Seberapa besar jangkauan pembaca yang bisa diraih tulisan tersebut?

Banyak penulis yang akhirnya tidak menghasilkan tulisan apa-apa karena terlalu sibuk berpikir tentang idealismenya. Mereka berpikir kalau tulisannya selalu bertolak belakang dengan selera pasar sehingga pesimis untuk terus menulis. Penulis memiliki kebebasan untuk menyuarakan pesannya dalam bentuk tulisan. Jadi, jangan sampai kebebasan itu akhirnya terbelenggu hanya karena pemikiran mengenai apakah tulisan ini akan diterima oleh pasar atau tidak.

Menulis itu seharusnya membebaskan. Selain tentang kedalaman makna dan pesan yang akan disampaikan, idealisme penulis juga adalah tentang menulis sesuai selera. Nah, berikut Mimin akan share beberapa tips agar Sobat JO tidak berlarut-larut dalam pemikiran mengenai idealisme vs selera pasar.

Pertama, jadikan menulis sebagai sebuah kebutuhan. Jika ini sudah terjadi, maka menulis bukan lagi kita tujukan untuk mencari popularitas atau tujuan yang bersifat komersil melainkan karena kita ingin berbagi pesan, menyuarakan kegelisahan,dan juga bersenang-senang.

Kedua, menulislah sesuai selera kita, perkara selera kita akan sesuai dengan selera pasar atau tidak, itu urusan nanti. Yang penting selesaikan tulisan yang sesuai dengan selera kita. Tren dalam genre tulisan selalu berganti, tapi tulisan yang diciptakan dengan hati akan menemukan masanya sendiri.

Ketiga, berhenti menuntut kesempurnaan. Tentu kita menginginkan karya yg sempurna, tapi jika kita terus membebankan kesempurnaan dalam karya maka kemungkinannya sangat kecil untuk kita dapat segera menyelesaikan karya tersebut.

Keempat, mulailah mencari penerbit yang sesuai dengan tulisan kita untuk memperkecil resiko tulisan kita akan ditolak. Sekarang, hampir setiap penerbitan memiliki lini untuk genre yang cukup variatif. Hal ini memperluas peluang karya untuk menemukan 'rumahnya'.

Jadi, jangan terlalu terbebani dengan kekhawatiran bahwa idealisme dalam tulisan kita akan bertolak belakang dengan selera pasar. Satu-satunya yang harus segera kita lakukan adalah terus disiplin untuk menulis hingga menghasilkan karya-karya yang membawa kebaikan

Oh iya, salah satu karya yang lahir dari idealisme penulisnya adalah buku 'A Place You Belong' karya Nicco Machi. Buku ini adalah pemenang kedua lomba Way Back Home yang diadakan oleh penerbit Jendela O’ Publishing House. Jika kalian ingin mencari tahu sinopsisnya, bisa dibaca di sini.

Mimin sertakan juga link yang menceritakan  proses lahirnya buku tersebut langsung dari blog penulisnya di sini

Sumber gambar : https://en.wikipedia.org/wiki/Writer