Wednesday, October 5, 2016

Oleh : Three Friend in Winter

Halo, Sobat JO! Mimin datang untuk memberikan rangkuman #MingguMenulis kemarin.

Hari Minggu kemarin Mimin bilang ada yang menarik dalam bahasan #MingguMenulis kali ini, kan? Yup! Tema #MingguMenulis kali ini adalah tentang cara membuat tulisanmu menjadi menarik.

Tulisan yang menarik pasti akan membuat orang ingin tahu dan membaca tulisan kalian. Kalian tentu sering melihat buku-buku dengan predikat bestseller, kan? Tentu kalian pernah bertanya-tanya, mengapa buku tersebut bisa best seller? Minggu kemarin Mimin pernah membahas tentang hal tersebut di sini. Salah satu hal yang membuat tulisan kalian menarik adalah tulisan tersebut memiliki keunikan.

Contohnya saja, jika kalian menemukan sebuah judul tulisan “Dijual: Rumah Dua Lantai Beserta Seluruh Kenangan di Dalamnya”, kalian tentu akan penasaran ingin melirik isi tulisan tersebut. Dari judulnya saja sudah unik. Bagaimana isinya, ya? Judul yang Mimin sebut tadi adalah salah satu judul cerpen milik A.S. Laksana.

Nah, keunikan semacam itu tidak dimiliki oleh banyak tulisan. Lantas, unsur apa yang membentuk keunikan tersebut?

Pertama, melihat dari sudut pandang yang berbeda dari kebanyakan orang. Think out of the box. Setiap orang tentu saja punya pendapat tersendiri mengenai sebuah kejadian. Bahkan meskipun kita sering kali setuju dengan pendapat orang lain, tetap saja perbedaan itu selalu ada. Misalkan saja, kita ingin membuat kisah dengan tema perjalanan menemukan jati diri. Tentu ada banyak novel-novel yang menceritakan hal semacam itu, kan? Kita bisa mulai dari membayangkan apa yang kebanyakan orang pikirkan mengenai tema tersebut. Kemudian pikirkan, bagaimana pendapat kalian sendiri mengenai tema tersebut. Apa yang bisa membuatnya berbeda dari sudut pandang kebanyakan orang?

Dalam Novel Satu Mata Panah pada Kompas yang Buta terbitan JOPH, tokoh utamanya juga melakukan sebuah perjalanan. Tapi apa yang membuatnya berbeda adalah Kak Alhzeta membuat karakter seorang mantan napi. Dengan kutipan dari sinopsis “Aku Ravit, bekas tahanan yang kini kembali terpenjara rasa takut,Kak Alhzeta mencoba untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda dari orang kebanyakan. 

Atau contoh lainnya dari cerpen A.S. Laksana yang Mimin sebut di atas. Orang kebanyakan akan berpikir kalau rumah yang dijual, kalau tidak rumah kosong saja tentu rumah dengan perabotannya. Tapi menjual rumah beserta kenangan-kenangan di dalamnya? Hm, tentu sangat unik dan menggelitik rasa penasaran kita.

Kedua, menulis sesuatu yang belum terpikirkan oleh orang lain. Tapi kan, Min... nothing new under the sun. Yup, tentu saja, tapi ketika kita melihat sesuatu dengan seksama, tentu kita akan menemukan sesuatu yang jarang dipikirkan oleh orang lain.

Contohnya saja, novel terbaru JOPH yang berjudul A Place You Belong yang sebentar lagi akan dimulai blogtournya. Kalau membahas integritas profesi, atau membahas mengenai benturan realitas dan idealisme, tentu banyak  novel yang mengambil tema seperti itu. Nah, apa yang membuat APYB ini bisa memenangkan juara dua dalam lomba #WayBackHome kemarin? Hal tersebut adalah karena selain tulisan Kak Nicco Machi memiliki jiwa, karakter yang membawa cerita tersebut belum banyak diangkat oleh banyak orang. Karakter yang dibawakan oleh Kak Nicco Machi adalah seorang pustakawan.

Banyak dari kita tentu merasa asing, profesi pustakawan itu seperti apa, sih? Oh, ternyata ada jurusan kuliah di bidang itu, toh?  Yang merasa asing dengan pekerjaan itu tentu penasaran ingin mencari tahu.

Ketiga, keluar dari aturan yang lama. Maksudnya bagaimana, Min? Begini, Mimin contohkan novel To Kill a Mocking Bird karya Harper Lee. Dalam novel tersebut kita bisa melihat mengenai persamaan hak dalam hukum untuk ras kulit hitam dan putih. Hal tersebut sebelumnya diabaikan, tapi Harper Lee mencoba mengangkat tema tersebut dari sudut pandangnya hingga akhirnya buku tersebut menjadi salah satu buku yang mempengaruhi sejarah Amerika. Atau mengenai R.A. Kartini yang mengemukakan pemikirannya mengenai persamaan hak untuk mendapatkan pendidikan bagi perempuan Indonesia.

Wah kalau membahas isu sosial berat, Min. Nggak nyampe otaknya buat mikirin itu. Mikir kehidupan sendiri saja belum selesai. Hehehe...Mimin tahu, pasti ada yang berpikir seperti itu. Keluar dari aturan lama itu tidak melulu soal isu-isu berat yang harus membawa perubahan dunia. Kita bisa memulainya dari memperhatikan yang kecil-kecil. Misalkan, kita sering melihat orang-orang yang naik kendaraan bermotor kemudian membuang sampahnya sembarangan di jalan. Kalau hal itu mengusik kita, kita bisa mencoba menuliskan kisah mengenai hal tersebut.

Atau Mimin kasih contoh yang lebih dekat dengan kehidupan kalian, soal jodoh. Misalkan, kenapa sih orang patah hati atau putus cinta itu selalu identik dengan menangis, mengurung diri, atau hilang semangat hidup? Kenapa tidak dibuat, si tokoh setelah putus cinta langsung bangkit jauh lebih hebat daripada sebelumnya?

Kenapa si tokoh X bisa seperti itu?
Hatinya nggak retak-retak, kah?
Wah, pasti hati si tokoh ini dingin sekali!

Dari pemikiran itu, kita sudah dapat menulis sesuatu yang keluar dari aturan umum.

Nah sekian #MingguMenulis kali ini. Menjadi berbeda itu tidak mudah untuk dilakukan. Apalagi kita hidup di dalam masyarakat yang sering mengucilkan dan mengomentari seseorang yang berani tampil beda. Tapi, jika kalian ingin banyak orang tertarik untuk melirik karya kalian, tentu kalian harus mampu bersaing dengan jutaan karya orang lain yang serupa. Cara agar dilirik ya menjadi unik. Belajar untuk menjadi lebih kritis memandang sebuah hal dan mengutarakannya, tentu hal ini akan membantu karya kita untuk menjadi unik. 

Sumber gambar: http://www.cultbox.co.uk/reviews/books-a-cds/4-questions-to-answer-for-an-interesting-book-review

Tagged: ,

0 comments:

Post a Comment