Halo, Sobat JO! Mimin datang untuk
memberikan rangkuman #MingguMenulis kemarin.
Hari Minggu kemarin Mimin bilang ada yang
menarik dalam bahasan #MingguMenulis kali ini, kan? Yup! Tema #MingguMenulis
kali ini adalah tentang cara membuat tulisanmu menjadi menarik.
Tulisan yang menarik pasti akan membuat
orang ingin tahu dan membaca tulisan kalian. Kalian tentu sering melihat
buku-buku dengan predikat bestseller,
kan? Tentu kalian pernah bertanya-tanya, mengapa buku tersebut bisa best
seller? Minggu kemarin Mimin pernah membahas tentang hal tersebut di sini. Salah satu hal yang membuat tulisan kalian menarik adalah tulisan
tersebut memiliki keunikan.
Contohnya saja, jika kalian menemukan
sebuah judul tulisan “Dijual: Rumah Dua Lantai Beserta Seluruh Kenangan di
Dalamnya”, kalian tentu akan penasaran ingin melirik isi tulisan tersebut. Dari
judulnya saja sudah unik. Bagaimana isinya, ya? Judul yang Mimin sebut tadi
adalah salah satu judul cerpen milik A.S. Laksana.
Nah, keunikan semacam itu tidak dimiliki
oleh banyak tulisan. Lantas, unsur apa yang membentuk keunikan tersebut?
Pertama, melihat dari sudut pandang yang
berbeda dari kebanyakan orang. Think out of
the box. Setiap orang tentu saja punya pendapat tersendiri mengenai sebuah
kejadian. Bahkan meskipun kita sering kali setuju dengan pendapat orang lain,
tetap saja perbedaan itu selalu ada. Misalkan saja, kita ingin membuat
kisah dengan tema perjalanan menemukan jati diri. Tentu ada banyak novel-novel
yang menceritakan hal semacam itu, kan? Kita bisa mulai dari membayangkan apa
yang kebanyakan orang pikirkan mengenai tema tersebut. Kemudian pikirkan,
bagaimana pendapat kalian sendiri mengenai tema tersebut. Apa yang bisa
membuatnya berbeda dari sudut pandang kebanyakan orang?
Dalam Novel Satu Mata Panah pada Kompas
yang Buta terbitan JOPH, tokoh utamanya juga melakukan sebuah perjalanan. Tapi
apa yang membuatnya berbeda adalah Kak Alhzeta membuat karakter seorang mantan
napi. Dengan kutipan dari sinopsis “Aku Ravit,
bekas tahanan yang kini kembali terpenjara
rasa takut,” Kak Alhzeta mencoba untuk melihat dari sudut
pandang yang berbeda dari orang kebanyakan.
Atau contoh lainnya dari cerpen A.S.
Laksana yang Mimin sebut di atas. Orang kebanyakan akan berpikir kalau rumah
yang dijual, kalau tidak rumah kosong saja tentu rumah dengan perabotannya.
Tapi menjual rumah beserta kenangan-kenangan di dalamnya? Hm, tentu sangat unik
dan menggelitik rasa penasaran kita.
Kedua, menulis sesuatu yang belum
terpikirkan oleh orang lain. Tapi kan, Min... nothing new under the sun. Yup, tentu saja, tapi ketika kita
melihat sesuatu dengan seksama, tentu kita akan menemukan sesuatu yang jarang
dipikirkan oleh orang lain.
Contohnya saja, novel terbaru JOPH yang
berjudul A Place You Belong yang sebentar lagi akan dimulai blogtournya. Kalau membahas integritas profesi,
atau membahas mengenai benturan realitas dan idealisme, tentu banyak novel yang mengambil tema seperti itu. Nah,
apa yang membuat APYB ini bisa memenangkan juara dua dalam lomba #WayBackHome
kemarin? Hal tersebut adalah karena selain tulisan Kak Nicco Machi memiliki
jiwa, karakter yang membawa cerita tersebut belum banyak diangkat oleh banyak
orang. Karakter yang dibawakan oleh Kak Nicco Machi adalah seorang pustakawan.
Banyak dari kita tentu merasa asing,
profesi pustakawan itu seperti apa, sih? Oh, ternyata ada jurusan kuliah di
bidang itu, toh? Yang merasa asing
dengan pekerjaan itu tentu penasaran ingin mencari tahu.
Ketiga, keluar dari aturan yang lama.
Maksudnya bagaimana, Min? Begini, Mimin contohkan novel To Kill a Mocking Bird
karya Harper Lee. Dalam novel tersebut kita bisa melihat mengenai persamaan hak
dalam hukum untuk ras kulit hitam dan putih. Hal tersebut sebelumnya diabaikan,
tapi Harper Lee mencoba mengangkat tema tersebut dari sudut pandangnya hingga
akhirnya buku tersebut menjadi salah satu buku yang mempengaruhi sejarah
Amerika. Atau mengenai R.A. Kartini yang mengemukakan pemikirannya mengenai
persamaan hak untuk mendapatkan pendidikan bagi perempuan Indonesia.
Wah kalau membahas isu sosial berat, Min.
Nggak nyampe otaknya buat mikirin itu. Mikir kehidupan sendiri saja belum
selesai. Hehehe...Mimin tahu, pasti ada yang berpikir seperti itu. Keluar dari aturan
lama itu tidak melulu soal isu-isu berat yang harus membawa perubahan dunia.
Kita bisa memulainya dari memperhatikan yang kecil-kecil. Misalkan, kita sering
melihat orang-orang yang naik kendaraan bermotor kemudian membuang sampahnya
sembarangan di jalan. Kalau hal itu mengusik kita, kita bisa
mencoba menuliskan kisah mengenai hal tersebut.
Atau Mimin kasih contoh yang lebih dekat
dengan kehidupan kalian, soal jodoh. Misalkan, kenapa sih orang patah hati atau
putus cinta itu selalu identik dengan menangis, mengurung diri, atau hilang
semangat hidup? Kenapa tidak dibuat, si tokoh setelah putus cinta langsung
bangkit jauh lebih hebat daripada sebelumnya?
Kenapa si tokoh X bisa seperti itu?
Hatinya nggak retak-retak, kah?
Wah, pasti hati si tokoh ini dingin
sekali!
Dari pemikiran itu, kita sudah dapat
menulis sesuatu yang keluar dari aturan umum.
Sumber gambar: http://www.cultbox.co.uk/reviews/books-a-cds/4-questions-to-answer-for-an-interesting-book-review





0 comments:
Post a Comment