Oleh : Orchid
Kalian suka menulis? Ingin menjadi penulis fiksi?
Tapi bingung, mikir, duh nggak yakin mau nulis apa, nih? Gak pede dengan tulisan sendiri. Dan masih banyak hal-hal lain yang menjadi ke-galau-an sebelum mulai menulis.
Jika kamu benar-benar ingin menjadi penulis, maka kesampingkan semua alasan-alasan itu terlebih dahulu. Just Do It! Seperti slogan salah satu merek sepatu olahraga yang... yah tak perlu disebutkan lagi. Kalian pasti sudah pada hapal dengan slogan ini.
If you really want to do something, you’ll find a way. If you don’t, you’ll find an excuse. – Jim Rohn
Menulis itu gampang, kok. Semua orang bisa jadi penulis. Percaya ga? Yang perlu kalian lakukan hanyalah ambil alat tulis kalian dan tulislah sesuatu, atau kalau jaman sekarang, manfaatkanlah gadget kalian yang sudah super canggih itu untuk menghasilkan karya yang bisa membanggakan.
Sudah ambil sesuatu untuk mencatat tips-tips yang satu ini? Nah Sobat JO, berikut ini adalah 7 tips menulis fiksi a la JO Team:
1) Tulis idemu!
Setiap kali ada ada ide yang terlintas dalam pikiranmu, cepatlah tulis itu. Apa pun idemu, sesingkat apa pun, satu-dua kata juga boleh, tulislah. Karena jika tidak ditulis, kamu mungkin baru saja melewatkan sebuah ide yang berpotensi menjadi luar biasa. Sayang sekali, kan?
Tabung ide-ide kalian itu. Mungkin saat ini kalian belum tahu itu akan menjadi naskah yang seperti apa, tapi setidaknya kalian sudah punya dasar untuk memulai sesuatu. Lebih baik daripada tidak ada sama sekali bukan?
Percaya deh, suatu saat mungkin ketika kalian membaca ulang tabungan ide yang kalian miliki, kalian akan selalu menemukan kejutan yang menyenangkan. Siapa tahu setelah membaca ulang ide-ide itu, kalian menemukan jalan untuk mengembangkan ide itu.
2) Penggalian Ide Dasar
Nah setelah menemukan ide, kalian ingin mengembangkan ide tersebut. Lantas bagaimana caranya? Pertama-tama, buatlah pertanyaan-pertanyaan yang ingin kalian ketahui mengenai ide tersebut. Seperti contoh dalam hal penokohan: Siapa dia? Berapa usianya? Seperti apa latar belakangnya? Mengapa ia melakukan hal itu? Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut kalian akan menemukan banyak hal untuk dikembangkan menjadi plot dan karakter cerita.
Nah, ide sudah. Karakter ada. Plot juga ada. Apalagi? Satu hal, sebelum kalian benar-benar menulis kisah dari ide tersebut, sebaiknya kalian harus benar-benar menguasai ide itu.
Oleh karena itu, riset juga sangat penting. Kalian tidak ingin dong kalau tiba-tiba saja diprotes oleh pembaca karena fakta yang tidak sesuai logika atau kenyataan alias cacat logika.
3) Sering Latihan
Ingin menjadi penulis, maka mulailah menulis. Sering-seringlah menulis. Tulislah! Apa pun itu. Termasuk luapan perasaanmu.
Duh, sampai tiga kali diulang. Tapi itu memang benar, semakin sering latihan, maka kamu akan terbiasa untuk menulis. Perlahan, dari sebuah ketekunan akan menjadi kebiasaan hingga menulis menjadi sesuatu yang terasa alami untukmu hingga bagaimanapun, kapan pun, tanpa menulis rasanya seperti ada kurang.
Tapi tentu satu hal yang harus diingat, kalian harus menikmati setiap prosesnya. ^^ Melakukan sesuatu yang tidak kita nikmati tentu saja tidak akan menghasilkan sesuatu yang bisa memuaskan diri kita.
4) Jangan Lupa Menulis Outline
Tidak wajib sih, akan tetapi untuk memudahkan proses menulis, kalian perlu membuat outline. Apa itu outline? Outline adalah kerangka atau garis besar. Apa yang ditulis dalam outline? Apa saja yang bisa membantu kalian dalam menulis, seperti contoh: ide, tema cerita, karakterisasi tokoh, rangkuman singkat, kerangka cerita per bab.
Outline juga berguna untuk membatasi arah tulisanmu agar tulisanmu tidak ke mana-mana.
5) Jangan Menulis Sambil Mengedit
Yap, Sobat JO, kalian dilarang untuk menulis sambil mengedit. Jika kalian melakukan kedua hal itu secara bersamaan, maka tulisanmu tidak akan selesai. Kalian pasti akan sibuk mengkhawatirkan tulisan yang sudah ada, mengedit tulisanmu sampai lupa untuk melanjutkan cerita.
6) Simpanlah naskahmu!
Kalian sudah berhasil menyelesaikan naskahmu? Selamat! Eitz.. Jangan buru-buru langsung dikirim ke penerbit atau pun media.
Setelah selesai menulis, sebaiknya simpan dulu naskahmu. Jangan diedit dulu. Biarkanlah naskah itu selama beberapa hari. Beri jarak untuk melepaskan sejenak euforia menuangkan ide yang menggebu-gebu itu agar bisa menilai naskah kalian dengan lebih objektif.
7) Perbaikilah Naskahmu
Setelah berhari-hari naskah itu kamu diamkan, mulailah membuka-buka kembali. Baca ulang dan mulailah sunting naskahmu. Perbaiki kesalahan ketik. Kurangi kalimat-kalimat yang berlebihan. Tambahkan kalimat-kalimat yang terasa kurang. Dan, perhatikan lagi apakah pesan atau ide yang ingin kalian sampaikan sudah tersampaikan.
Nah, Sobat JO, itu 7 tips menulis yang kali ini bisa kami bagikan. Semoga bermanfaat :) Selamat berkarya!
Satu hal yang perlu diingat. Hanya yang menulis saja yang bisa disebut penulis.
sumber foto: http://writeonepublications.com/services/author-website-design/





just do it ok.. tapi kadang ada perasaan malas buat nulisnya hehehe apalagi kalo lagi mampet gak ada ide penggnnya berenti. hahah
ReplyDeletegimana sih bikin draft naskah novel bab per bab ada batasan halaman, kah?
ReplyDeletetidak ada batasannya, Kak.
Delete